RSS

Rendang Uni Farah: Kemasan Kedap Udara Bikin Rendang Awet

05 Apr

Reno Andam Suri membungkus rendang buatannya dengan plastik kedap udara. Alhasil, produknya tahan hingga berbulan-bulan. Bila biasanya rendang terbuat dari daging sapi, ia melengkapi varian dengan rendang berbahan baku kentang, paru, dan udang.

Salah satu kuliner nusantara yang memiliki popularitas adalah masakan khas Sumatra Barat, terutama rendang. Siapa tak pernah mencicipi rendang boleh dibilang ketinggalan jaman. Menu olahan daging sapi dengan campuran santan ini memiliki cita rasa gurih yang khas serta sedikit pedas. Rendang merupakan menu ‘wajib’ di setiap restoran Padang yang banyak berjamur di berbagai kota di Indonesia.

Meskipun lezat, rendang tergolong makanan yang tidak bisa bertahan lama. Wajar saja makanan basah umumnya cepat basi. Lantas bagaimana jika rendang ingin dijadikan oleh-oleh untuk sanak saudara yang jauh? Permasalahan ini rupanya telah dipikirkan lebih dulu oleh Reno Andam Suri saat memulai usaha Rendang Uni Farah sekitar enam tahun lalu. Rendang kemasan buatannya tidak seperti rendang pada umumnya, agak sedikit kering namun bukan rendang runtiah (rendang kering), dan mampu bertahan berbulan-bulan meski tanpa bahan pengawet.

“Daya tahan rendang kemasan ini bisa mencapai lebih dari seminggu dalam suhu ruangan sementara di lemari es bisa tahan selama lebih dari sebulan. Bahkan jika disimpan dalam freezer bisa tahan hingga enam bulan,” ujar ibu dua putri ini.

Usaha ini berawal dari kebiasaan mengirim makanan ke sanak saudara. Kiriman parsel rendang tersebut rupanya disukai banyak kolega. Setelah itu, Andam pun mulai kebanjiran pesanan. Seiring waktu popularitas Rendang Uni Farah semakin bertambah. Yang menjadi kekhawatiran saat itu adalah waktu perjalanan hingga sampai ke tangan pemesan yang terkadang memakan waktu lama. “Untungnya utuh dan tetap enak sampai tujuan. Dari situlah terpikirkan untuk membuat kemasan yang lebih baik,” kata lulusan Desain Grafis, Universitas Trisakti ini.

Berbagai eksperimen pun dilakukan demi menjaga kualitas rendang dengan konsep cepat saji dan praktis. Ia membungkusnya dengan plastik roti hingga plastik kedap udara. Pilihan terakhirlah yang dipilih Andam, karena menurutnya lebih efisien.

Berkat kemasannya yang terlihat modern, Andam pernah ditawarkan kerjasama oleh investor maupun supermarket untuk memperluas jangkauan distribusi. Namun ia tidak serta merta mengiyakan, yang masih menjadi pertimbangannya adalah Andam ingin menjaga kesan eksklusifnya karena dibuat massal. “Bagi saya, rendang ini ada feel-nya, mengaduknya ada feel-nya. Jadi nggak cuma seperti mesin, saya nggak bisa begitu membuat rendang ini,” jelas Andam yang mengawali bisnisnya dengan modal Rp5 juta.

Andam pernah mengujinya dengan membawanya ke tanah suci. Ia pun menyarankan rendang buatannya sebagai bekal bagi para jemaah haji jika suatu waktu rindu dengan masakan nusantara. Bahkan demi menepis keraguan pelanggannya untuk urusan halal dan higienis, Rendang Uni Farah pun telah teruji di Departemen Kesehatan dan BPPOM MUI untuk sertifikasi halal.

Proses Masak Tradisional

Selain pengemasan, yang unik dari Rendang Uni Farah adalah proses memasaknya yang masih tradisional menggunakan tungku. Tak heran jika tungku juga dijadikan logo rendang buatannya. Andam memasak dengan bantuan ibu-ibu sekitar perumahan yang bertugas mengaduk. Dengan tungku proses memasak memakan waktu hingga tujuh jam. Bahan bakar kayu untuk tungku diperolehnya dari sekitar perumahan yang biasanya diantar tukang becak. “Saya coba menghadirkan rasa yang mendekati aslinya, seperti yang dibuat di perkampungan di Sumatera Barat, sehingga rasa dan warna Rendang Uni Farah sangat khas,” tutur Andam.

Setelah dimasak, rendang kemudian didiamkan terlebih dulu hingga dingin yang dilanjutkan dengan membungkusnya dengan plastik kedap udara. Dalam sehari, Andam mampu menghasilkan 7kg sampai 11kg rendang. Jika dibandingkan dengan rendang yang ditemui di banyak restoran Padang, rendang buatan Andam memang jauh lebih mahal. Namun jika dilihat dari proses pembuatannya, barulah bisa dipahami.

Jika selama ini rendang dikenal dengan bahan baku daging sapi, Andam mencoba menawarkan sesuatu yang baru, antara lain rendang berbahan baku kentang, paru, dan udang. 1kg rendang dibanderol Rp170 .000 yang berisi 22 potong rendang daging. Bila ukuran tersebut dipecah dalam 10 kantung berukuran 100gram, maka harganya menjadi Rp200.000. Rendang kentang ditawarkan Rp Rp75 ribu/kg, sedangkan rendang paru ditawarkan Rp180 ribu/kg. Rendang udang ditawarkan Rp275 ribu/kg yang dikemas dalam parsel cantik. Untuk yang akan berangkat haji atau umroh, Andam menyiapkan paket khusus Spesial Rendang yang ditawarkan Rp200 ribu/kg.

Pemasaran Rendang Uni Farah kini mencakup wilayah Jabodetabek. Ada juga pesanan dari Yogyakarta, Surabaya, dan Bandung. Tak hanya ke luar kota atau daerah, Rendang Uni Farah juga sudah melanglang ke luar negeri. Oleh pembeli, rendang dijadikan bingkisan sebagai pengobat rindu orang Indonesia di luar negeri. “Menjadikan rendang sebagai sebuah bingkisan akan terasa lebih personal dan istimewa,” ujarnya.

Berkat usaha rumahan yang dilakoninya, Andam mampu mengantongi omzet hingga Rp30 juta/bulan. Wanita berdarah Minang kelahiran Jakarta ini juga pernah memboyong penghargaan Wanita dan Wirausaha Femina 2009. $$$  Aldy Fauzal

Rendang Uni Farah
Kompleks Ciledug Indah
Jl. Pelangi Blok A6/100
Tangerang 15158
Telp : 021-730-8515, 081310197686
www.rendangunifarah.com

(As published on Majalah DUIT! edisi 01/Januari 2011)

About these ads
 
Leave a comment

Posted by on April 5, 2012 in Smartpreneur

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 84 other followers

%d bloggers like this: