RSS

Tag Archives: Kursus stir mobil

Melatih Calon Penguasa Jalanan

Bermula dari satu mobil pinjaman, tiga serangkai ini merintis bisnis kursus mengemudi mobil. Kini, mereka telah melatih lebih dari seribu pengendara mobil di Jabodetabek.

Ahmad Ramdani, Ammar Sail, dan Djon Hendri adalah tiga pemuda rantau dari Riau. Mereka ingin menaklukkan Jakarta. Tak cuma berbekal tangan kosong, ketiganya menggenggam ijazah Sarjana Ekonomi dari sebuah universitas swasta di Jakarta Timur. Tapi, hampir dua tahun lulus kuliah, mereka tak juga mendapatkan pekerjaan kantoran.

Pantang pulang kampung sebelum berhasil, Ramdani, Ammar, dan Djon berkongsi untuk mendirikan bisnis pada 1998. Mereka memilih bidang bisnis kursus teknik mekanika. Kebetulan, Dani, sapaan karib Ramdani, sempat bekerja menjadi montir di sela-sela kuliah.

Ketiganya lalu mengumpulkan dana Rp6 juta. Singkat cerita, usaha kursus mekanika dengan nama Yayasan Pendidikan Ar Rahman ini ramai. Sayangnya, baru dua tahun berjalan, peminat kursus montir mobil/motor menyusut. “Kompetitor kami di daerah makin banyak. Jadi, siswa tak perlu ke ibukota untuk belajar jadi montir,” keluh Dani.

Setelah berunding, ketiganya lalu mengubah jenis kursus. Dari semula kursus mekanika menjadi kursus stir mobil. Payung usahanya pun masih sama, yakni YP Ar Rahman. “Kursus stir mobil adalah pilihan yang paling memungkinkan,” ungkapDani, yang lahir di Rengat, Riau, 11 Oktober 1973.

Pada tahun 2000, ketiganya memulai usaha kursus stir mobil dengan satu unit Daihatsu Espass pinjaman. Untuk memodifikasi mobil, mereka lakukan di bengkel langganan. Maklum, standar kendaraan latih adalah memiliki dua pedal gas dan kopling. Kala itu, mereka memilih wilayah operasional di Bekasi.

Setahun berjalan, Dani dan Ammar ingin melakukan ekspansi usaha ke Jakarta. Tenyata, memulai bisnis kursus stir mobil di Jakarta tak semudah Bekasi. “Di Jakarta perizinannya jauh lebih rumit,” keluh Dani. Misalnya, pengusaha kursus harus menggunakan pelatih yang memiliki sertifikasi tertentu, memiliki minimal dua unit kendaraan latih dengan usia tak lebih dari lima tahun, dan, ini menariknya, plat kendaraan harus kuning. Jadi, bukan menggunakan plat hitam seperti mobil pribadi. Setidaknya, butuh waktu satu tahun untuk menyelesaikan urusan perizinan.

Ekspansi usaha ke Jakarta ternyata turut mengubah struktur kepemilikan perusahaan. Djon memilih mundur. Saham Djon pun akhirnya dibeli oleh Budiono, yang terhitung masih kerabat salah satu pemilik.

Untuk membedakan dengan layanan kompetitor, pada 2002, Ar Rahman memperkenal metode baru, yakni satu siswa, satu kendaraan. Sebelumnya, kursus stir mobil menggunakan konsep Belajar Bersama. Satu rombongan siswa (4-5 orang) belajar mengemudikan kendaraan dalam satu kendaraan. Alhasil, tiap siswa hanya mendapatkan jatah praktek mengemudi hanya setengah jam. “Sistem itu kurang efektif,” cetus Dani. Selain mengubah sistem belajar menjadi model privat, Ar Rahman pun memperbolehkan siswa menentukan waktu dan durasi belajar.

Saat ini, sudah lebih dari seribu pengendara mobil di kawasan Jabodetabek pernah belajar di Ar Rahman. Dari satu gerai dan dua kendaraan latih, kini Dani dan Akmar memiliki 23 cabang dan 23 kendaraan latih. “Cabang kami itu sebenarnya hanya berupa gerai mungil. Di sana hanya ada satu meja, satu pegawai administrasi, satu pelatih, dan satu mobil latih,” kata Dani, merendah.

Ammar berbisik, sebenarnya adanya 25 siswa latih dalam satu bulan, sudah bisa menutup biaya operasional sehari-hari, seperti biaya bensin, honor pelatih, sewa tempat, dan angsuran kendaraan. Namun, “Biaya lain-lain bisa membengkak. Terutama jika terjadi ‘apa-apa’. Namanya juga hidup di jalanan. Kadang pengeluaran tak bisa diprediksi,” jelas pria kelahiran Rengat, Riau, 7 Oktober 1972 ini, terbahak.

Ari Windyaningrum

(published on Majalah DUIT! edisi 7/Juli 2010)

YP Ar Rahman. Gedung Polikindo lt. 2. Jl. Raya Dewi Sartika No. 1 Jakarta. Telp: 021-8087 7957

 
Leave a comment

Posted by on July 16, 2010 in Smartpreneur

 

Tags: , , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 70 other followers