RSS

Cara Turun dari Metromini yang Masih Berjalan

23 Jul

Baiklah, saat ini kita mulai belajar “survive” dari kejamnya ibukota, terutama dari ulah sopir Metromini yang terkutuk hehehehe… *Peace, bang!*

Bagi warga Jakarta, udah mahfum banget kalo jarang ada sopir Metromini yang berbudi luhur. Bersedia menyetir dengan penuh tata krama, termasuk menurunkan penumpang di halte dengan penuh hati-hati. One in a million deh.

Adalah hal yang biasa bagi warga ibukota (kaum marjinal, tentu saja. Kalo kaum borjuis mah “gak lepel” naek angkot) untuk naik-turun Metromini dalam hitungan sepersekian detik. Harus berkejaran dengan waktu. Sebab, pak sopir juga kejar setoran.

Agar selamat turun dari Metromini yang sedang berjalan (kondisi langsam), ada hal-hal yang perlu diperhatikan:

  1. Siapkan mental baja. Berdirilah dekat pintu keluar. Bila tujuan sudah dekat, ketuklah atap atau ketok-ketok kaca/tiang besi atau bisa juga pamerkan suara indah Anda untuk berteriak, “Kiri, Pir!”, “Kiri, Bang!” atau “Kiri, ya..”
  2. Bila Metromini tak berhenti sempurna, jangan takut, karena memang begitu kebiasaan mereka.
  3. Kalau sudah begini, pastikan kaki KIRI Anda terjulur ke luar pintu terlebih dahulu.
  4. Buatlah sudut 30 derajat antara kaki kiri dan aspal.
  5. Pastikan tumpuan berat tubuh berada di kaki kiri.
  6. Dalam hitungan ketiga (jangan lupa berdoa dan tarik nafas), jejakkan kaki KIRI Anda ke bumi.
  7. Yak! Bila kaki kiri sudah mendarat, dalam hitungan sepersekian detik, kaki kanan ikut menjejak ke bumi. Ingat, pendaratan dua kaki harus kurang dari 1 detik.
  8. Saat mendarat, condongkan badan ke depan (sedikit aja) untuk menyeimbangkan badan. Kalau malu mbungkuk-mbungkuk (berkesan kayak nenek-nenek), gerakkan tangan kanan ke depan badan. Intinya sih sama: keseimbangan badan. Hal ini penting bagi perempuan yang mencangklong tas di salah satu bahu. Kalau bawa tas ransel sih nggak begitu masalah.
  9. Dan, ya.. Anda berhasil turun dari Metromini yang masih berjalan. Hore!!

Bagi Anda yang masih ragu-ragu, silakan mempraktekkan teori di atas. Jangan dihafal, tapi diresapi. Biarkan tubuh Anda bergerak secara refleks.

Untuk para perempuan, tenang… pendaratan dari Metromini yang masih berjalan masih cukup aman untuk Anda yang mengenakan sepatu dengan heel (hak) sampai dengan 5 cm. *Saya sudah mempraktekkannya sendiri kok. So, don’t worry*

JANGAN sekali-kali turun dari angkot dengan kaki KANAN. Anda pasti akan terjungkal dan kaki dijamin bakal keseleo. *Saya juga sudah praktekkan hal ini. So, don’t try it without any expert supervision*

Ingat, kaki kanan hanya untuk naik kendaraan, kaki kiri untuk turun kendaran. Selamat mencoba hehehe…😉

 
1 Comment

Posted by on July 23, 2010 in How to..

 

Tags:

One response to “Cara Turun dari Metromini yang Masih Berjalan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: