RSS

Setiap Detik Bermakna…

11 Sep

The month of Ramadhan is the month of learning. The month of Syawal is the month of victory. Whoever learns something in the name of Allah, seeking that which is with Him, (s)he will win.

(the hadith – Al-Hasan Al-Basree (ra) {related by Ibn Al-Jawzee)

Waktuku tak banyak. Setiap detik terlewat, maka berkuranglah jatah hidupku di dunia ini…

Semakin hari, semakin aku menyadari bahwa sebenarnya aku telah banyak menyia-nyiakan hidupku dengan menunggu, menggerutu, dan berjibaku untuk hal-hal tak bermutu.

Aku menjadi alpa untuk menikmati apa yang telah Tuhan berikan kepadaku, dan berterima kasih kepadaNya untuk segala kenikmatan dan ketidaknikmatan hidup ini.

Aku tak tahu berapa sisa jatah hidupku. Demikian juga kamu, dan mereka. Di sisa usiaku ini, aku mencoba untuk menikmati segala yang kulewati.

Aku menikmati setiap udara yang kuhirup. Thank GOD I don’t have to pay every breath I took.

Aku menikmati bau tanah yang baru tersiram air hujan. Thank GOD I live in tropical country, not in a country in Sahara desert.

Aku menikmati saat matahari bersinar, meski harus sibuk menutup sebagian muka dengan telapak tangan, agar mata tak silau. Thank GOD I don’t have to wait ’til summer to enjoy sun shine.

Aku menikmati asap nasi goreng yang menyeruak masuk ke kamarku tanpa izin. *Gara-gara si Toyib tukang nasgor yang mangkal tepat di bawah jendela kamarku. Haduh!* But, thank GOD I still can afford to buy -that- nasgor, umm..

Aku menikmati saat menunggu bus yang membawaku ke kantor, yang hanya lewat 45 menit sekali. Thank GOD I am not a jobless and still have (a small but homy) apartment.

Aku menikmati segala kekacauan di Jakarta, morat-maritnya sistem transportasi, banjir, kekumuhan, ketimpangan ekonomi, acak adul politik, bla bla bla bla…  Thank GOD I was born in Indonesia, not in a country at war.

Aku mulai bisa menikmati hal-hal yang nikmat dan yang tidak-nikmat dengan senyum. Because, I will miss these days.

Esok, tahun depan, lima tahun mendatang, sepuluh tahun lagi, ketika aku mengingat masa-masa ini, senyumku akan makin terkembang. Karena aku tak tahu, kelak di kemudian hari apakah aku berada pada kondisi lebih baik, atau justru lebih buruk dari saat ini.

Aku ingin mengenang semua detik yang kulalui dengan lapang dada, emosi yang stabil, serta hati yang ridha dan ikhlas. Sebuah perjuangan berat, memang. Sebab, aku ingin menikmati setiap episode hidup ini sembari berikhtiar memperbaiki kenyataan pada jalan yang Dia ridhai.

Semoga Tuhan memberiku kesempatan untuk bertemu Ramadhan mendatang. Amin.

 
Leave a comment

Posted by on September 11, 2010 in Random Thought

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: