RSS

Modal Sejuta Bisa Investasi Saham

09 Mar

Semua orang bisa berinvestasi di pasar saham.Banyak salah kaprah yang terjadi di masyarakat. Banyak yang mengira investasi saham harus bermodalkan puluhan juta rupiah. Padahal, calon investor hanya perlu membayar harga saham per lot.

Biasanya, untuk kado pernikahan, seseorang membelikan pasangannya perhiasan. Tapi, tidak demikian dengan Sri Edi Swasono Nitidiningrat. Ketika baru saja menikah, pada 1973, Sri Edi membelikan saham PT Unilever Indonesia Tbk. dan PT Bayer Indonesia Tbk. untuk istrinya, Meutia Farida Hatta Swasono. Nilanya, tak seberapa besar.

Meutia sendiri mengaku tak begitu mengerti soal saham. “Mau tanya suami, dia sibuk terus. Akhirnya, kertas-kertas itu saya simpan begitu saja,” aku Meutia. Padahal, Sri Edi adalah seorang Guru Besar di bidang Ekonomi Universitas Indonesia.

Tiga puluh tiga tahun kemudian, Meutia baru merasakan manfaat berinvestasi saham. Pada 2006, ia diangkat menjadi Guru Besar Universitas Indonesia. “Saya butuh dana lebih dari Rp110 jutaan untuk biaya pengukuhan,” ungkap Meutia, seperti dikutip Bisnis Indonesia. Sebelumnya, ia adalah staf pengajar Antropologi UI.

Atas saran sang anak, mantan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan ini menjual kepemilikan saham-saham dengan kode UNVR dan BYSB. Hasilnya, lumayan. Putri Proklamator Mohammad Hatta ini mengaku biaya pengukuhan tertutupi.

Saham merupakan salah satu instrumen investasi yang menguntungkan. Terutama jika dikaitkan dengan tingkat suku bunga bank yang terus turun dan tingkat inflasi yang makin tinggi. “Investasi saham membantu masyarakat mempertahankan nilai uangnya,” kata Friderica Widyasari Dewi, Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Bahkan, kata Kiki, sapaan akrab Friderica. Bukan tidak mungkin nilai saham akan justru menguat di masa depan, seperti yang dialami Meutia Hatta.

Dari pengalaman Meutia yang membutuhkan dana tunai dalam waktu singkat, Kiki mengungkapkan bahwa saham bersifat likuid (cair) alias bisa dijualbelikan kapan saja, selama jam perdagangan. Berbeda dengan investasi properti yang membutuhkan waktu untuk mendapatkan hasil penjualan. “Bila kita ingin menjual cepat karena butuh uang, seseorang cenderung pasrah melepas properti dengan harga lebih rendah dari harga beli. Itu menyalahi kaidah investasi,” kata Kiki.

Bukan Judi

Selama ini, terjadi salah kaprah di kalangan masyarakat. Banyak yang menyangka investasi saham hanya cocok untuk orang kaya saja. Padahal tidak begitu faktanya.

Menurut Kiki, anggapan investasi saham hanya untuk orang kaya karena dahulu, sebelum sistem diubah, untuk bisa trading saham, seseorang harus membuka rekening di perusahaan efek dengan setoran minimal antara Rp25 juta hingga Rp50 juta. “Itu paradigma lama. Kini, hanya dengan modal Rp100.000 pun orang bisa memulai investasi saham,” jelas Kiki.

Pada dasarnya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengatur pembelian saham minimal 1 lot (500 lembar). Katakan satu lembar saham nilainya Rp100, maka calon investor hanya perlu mengeluarkan modal Rp50.000 untuk mulai berinvestasi saham. Harga saham bisa naik turun seiring situasi dan kondisi. Selain berinvestasi saham secara langsung, masyarakat juga bisa berinvestasi saham secara tidak langsung, misalnya melalui investasi Reksadana Saham.

Selain itu, masih ada sebagian masyarakat yang mengira trading saham itu Judi. Kalau sudah begini, tim sosialisasi BEI akan berseloroh, “Di Arab saja ada pasar modal!”

Secara ringkas, Kiki menjelaskan trading saham tidak sama dengan aktivitas berjudi karena proses di bursa efek memiliki suatu sistem yang mengatur trading plan, yang mencakup cara memilih saham (berdasarkan analisa teknis dan fundamental) hingga rencana entry-exit dan terukur (mempengaruhi batas keuntungan dan kerugian). “Bukan sekadar asal pilih dan mengikuti nasib. Investor mengambil keputusan berdasarkan informasi atau data sejarah,” lanjut Kiki.

Kemampuan untuk menebak korelasi antara data/kejadian saham beberapa hari lalu dengan yang akan terjadi hari ini disebut Sistem Akurasi. Investor yang memiliki panduan sistem yang baik mempunyai akurasi di atas 60%.

Hal ini berbeda dengan judi. Ketika seseorang mengambil suatu taruhan (bet) tidak bisa menggunakan data historis dan perhitungan karena tidak ada korelasi antara yang terjadi di masa lampau dan sekarang.

BEI pun boleh berlega hati. Sebab, sejak 8 Maret 2011 lalu, BEI mendapatkan fatwa Syariah dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) untuk mekanisme perdagangan saham. Adanya fatwa Syariah berarti MUI mengamini bahwa mekanisme perdagangan saham di negeri ini bukan judi.

Adapun index syariah diluncurkan pertengahan April 2011. “Ini adalah milestone penting bagi Bursa Efek Indonesia,” ucap Kiki, bungah. Menurut dia, keluarnya fatwa syariah akan mempermudah proses pengembangan pasar modal dan menambah jumlah investor, khususnya dari luar Jawa.

Menurut data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), terdapat 348.378 investor saham, per September 2011. Pihak otoritas bursa berharap jumlah investor bakal melonjak pasca keluarnya fatwa Syariah. Hingga akhir 2012, otoritas bursa menargetkan akan ada 1 juta investor saham.

Sekali Klik, Jadi Pemilik Saham

Untuk berinvestasi saham, ada dua cara, yakni dengan bantuan pialang/broker dari perusahaan sekuritas dan secara mandiri (online). Meski demikian, seluruh investor harus menjadi nasabah perusahaan sekuritas terlebih dahulu. Sebab, proses trading (perdagangan) di bursa saham hanya dilakukan oleh Anggota Bursa, dalam hal ini perusahaan sekuritas.

Di negeri ini, ada sekitar 120 perusahaan sekuritas yang memiliki cabang di berbagai kota. Sedangkan BEI memiliki 16 cabang di seluruh Indonesia, plus cabang Jayapura yang baru akan beroperasi awal 2012.

Adanya sistem online trading memungkinkan masyarakat dari pelosok negeri bisa langsung melakukan trading saham dengan aman dan nyaman, tanpa perlu lagi meminta bantuan broker atau pialang untuk membelikan saham perusahaan X atau Y. “Sekali klik, orang bisa membeli saham. Ini amat mudah,” kata Kiki.

Siapa yang tak bangga jika disebut sebagai pemilik saham perusahaan ternama, seperti PT Unilever Indonesia Tbk., PT Astra International Tbk., PT Bank Mandiri Tbk, atau PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk.? Meski bukan pemegang saham mayoritas, dengan membeli sekian lot saham mereka, seseorang sah-sah saja disebut pemegang saham (minoritas) perusahaan ternama.

Setelah mendaftar menjadi nasabah perusahaan sekuritas dan membuka rekening efek, investor bisa memulai trading saham.

Tapi, sebelumnya, investor harus memilih saham dengan baik agar tak merugi di kemudian hari. “Saat memilih saham, investor jangan terpaku acuan harga saham yang murah atau mahal per lembarnya. Namun, harus memilih saham yang bisa membawa keuntungan, baik jangka pendek maupun jangka panjang,” saran Andri Husman, seorang trader profesional.

Andri, yang sudah malang melintang di trading saham, memberikan bocoran. “Biasanya, saham yang harganya di bawah Rp500 per lembar rawan dipermainkan pihak dengan kapital besar, yang sering disebut Big Boy atau Bandar,” bisik Andri. Ia menyarankan investor untuk memilih emiten (perusahaan) yang memiliki volume transaksi stabil, setidaknya selama satu tahun terakhir.

Itu sebabnya, seorang investor harus mampu menganalisa saham mana saja yang bagus. Di kalangan trader profesional, dikenal istilah analisa fundamental dan teknikal. Analisa fundamental berarti menganalisa saham dari kinerja perusahaan, misalnya dari laporan keuangan, jumlah cabang, tingkat pertumbuhan, dsb. Sedangkan analisa teknikal bersifat melihat pergerakan saham.

Akan tetapi, Kiki membesarkan hati para investor pemula. “Investor pemula tidak harus menguasai teknik tersebut secara detail. Cukup mengerti dasarnya saja. Intinya jangan pilih saham perusahaan yang mau bangkrut,” tegas dia.

Kiki menyarankan investor pemula untuk membuka telinga terhadap informasi, sekaligus harus percaya diri dengan pilihannya. “Jangan terlalu percaya rumor dan membeli saham karena ikut-ikutan teman,” imbuh dia.

Kiki memberikan strategi cerdik memilih emiten. “Indonesia memiliki jumlah penduduk besar, hampir 240 juta. Ini berarti konsumsi dalam negeri besar. Emiten yang bergerak di bidang konsumsi, seperti makanan atau consumer goods (sabun, sampo, dsb) meski krisis melanda Eropa atau Amerika, nilai saham mereka tidak akan turun drastis, karena produk mereka selalu dicari masyarakat. Kemudian ketika kita melihat jalanan semakin macet, berarti saham dari perusahaan otomotif bisa diamati, karena penjualan produk mereka makin tinggi, dan seterusnya” urai Kiki, memberikan contoh.

Jadi, imbuh dia, seorang investor harus peka dengan fenomena yang terjadi di sekitarnya.

Ada ‘Sekolahnya’

Setelah memilih saham yang akan dibeli, calon investor harus memperhatikan kapan akan membelinya. “Inti dari perdagangan saham adalah menentukan kapan waktu membeli (entry) dan kapan waktu menjual (exit),” ungkap Andri. Hal ini melengkapi jargon membeli di harga terendah dan menjualnya di harga tertinggi.

“Investor pemula kondisi psikologisnya belum terlatih. Ketika mengetahui saham yang dibelinya harganya terus turun, ia deg-degan, takut merugi. Sebaliknya, saat harga naik terus, ia juga deg-deg-an, bingung menentukan waktu yang pas untuk menjual,” seloroh Andri, diiringi derai tawa.

Baik Kiki maupun Andri setuju bahwa semua jenis investasi selalu memiliki risiko untung-rugi, tak terkecuali saham. Bahkan, Warren Buffett, yang didaulat sebagai Dewa Saham pun sampai kini masih mengalami kerugian di lantai bursa. Hanya saja, orang terkaya kedua di dunia versi Forbes ini memiliki kiat khusus untuk meminimalisir risiko kerugian, yang tak membuatnya bangkrut.

Agar tak terperosok ke jurang kerugian lebih dalam, tak ada salahnya calon investor meluangkan waktu untuk belajar lebih intens. BEI memberikan pelatihan untuk masyarakat, ada tiga kelas yang disediakan, basic, intermediate, dan advance. Selain itu, BEI juga mengadakan roadshow seminar dan membuka 70 Pojok Bursa di perguruan tinggi di seluruh negeri. “Semuanya gratis! Kami tidak memungut biaya apapun” seru Kiki.

Sedangkan dari pihak swasta profesional, seperti Andri, ia juga menawarkan pelatihan dan workshop saham untuk masyarakat awam. “Dalam dua hingga tiga hari, saya yakin seorang pemula, yang pengetahuan sahamnya nol, bisa menjadi orang yang siap trading di bursa saham dengan aman dan nyaman,” tutur Andri. Pokok bahasan yang ia berikan seputar pengetahuan dasar saham dan pasar saham, kesehatan emiten saham, hingga metode dan strategi sukses menjadi trader saham. (lihat boks).

Dan, patut diingat bahwa emiten tidak membatasi orang yang akan membeli saham mereka di lantai bursa, baik dari sisi usia maupun latar belakang pendidikan. “Di luar negeri, sudah mulai ada fenomena orang tua membelikan saham untuk anaknya yang sedang berulang tahun. Mereka sekaligus mengajari investasi,” ungkap Kiki. Emiten pun tak tahu menahu. Selama sahamnya dijual di pasar modal, semua tergantung mekanisme pasar. $$$ ARI WINDYANINGRUM, YOHANA NOVIANTI, DAN EKO SATRIO WIBOWO

Strategi Menjadi Trader Sukses

  1. Mengetahui bagaimana memilih saham yang baik dan saham yang harus dibeli.
  2. Mengetahui kapan harus membeli saham dan di harga berapa harus membeli.
  3. Mengetahui kapan harus menjual saham dan di harga berapa harus menjual.
  4. Mengetahui berapa banyak (lot) saham yang akan dibeli.
  5. Mengetahui cara mengatasi tekanan psikologis selama melakukan trading.

(As published on Majalah DUIT! ed 01/VII/Januari 2012. Tulisan dari artikel ini kemudian dibukukan dengan judul Shopping Saham Modal Sejuta oleh Jere Jefferson dan Naning Sudjatmoko)

 
1 Comment

Posted by on March 9, 2012 in How to..

 

Tags: , , ,

One response to “Modal Sejuta Bisa Investasi Saham

  1. riga anita

    April 2, 2015 at 6:28 pm

    saya butuh bantuan anda utk tanam saham ..

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: