RSS

Inside Metromini: Asal Mula Gaya Nyetir Miring

05 Apr

Saya suka naik mikrobus macam Metromini atau Kopaja. Bagi saya itulah wajah (transportasi) Indonesia. Penuh kejutan. Di pengkolan jalan ramai, para sopir Metromini dengan suka rela bakal menghentikan kendaraan bila ada calon penumpang yang melambaikan tangan. Kalau tak ada pun mereka tetap berhenti. Ngetem di pinggir jalan ramai, tak peduli klakson kendaraan belakang sudah melengking, demi membuktikan ‘kesetiaan’ menanti calon penumpang. Ah, semoga yang dinanti itu bukan nenek tua renta yang kecepatan jalannya 20 meter per menit. Antrean di belakang Metromini bisa panjang tak terkira….

Tapi, ada satu hal yang menarik perhatian saya: posisi duduk sopir Metromini. Mereka selalu duduk miring 30 derajat menghadap arah kiri. Kalau pun ada sopir ‘setengah waras’ yang duduknya hadap lurus ke depan, tapi tetap saja tangannya miring ke kiri. Setelah melakukan investigasi di tengah deru kendaraan, posisi kursi sopir terhadap setir tidak segaris. Garis tengah kursi sopir berada sekitar 25 cm di arah kanan setir.

Garis nyetir miring ini karena dudukan jok dibikin asal-asalan oleh karoseri Metromini. Jangan harapkan jok empuk yang menyesuaikan ergonomis sopir selama mengemudi. Jok dipasang mepet ke dinding bus. Mungkin agar lengan sopir bisa bersandar ke jendela atau kalau mereka merokok bisa membuang abu langsung ke jalan hehehe..

Menurut komunitas busmania, thanks to para sopir Mayasari Bakti yang sudah memberikan akses, jok dipasang miring ini karena mikrobus (Metromini dan Kopaja) dibuat dari sasis truk dengan tapak roda depan yang sedikit masuk ke dalam. Selama ini, Metromini menggunakan sasis mesin Mitsubishi Colt Diesel, Toyota Dyna, Isuzu Bison, dan Daihatsu Delta, yang sebenarnya digunakan oleh truk dengan lebar posisi ban depan lebih kecil (1 ban) daripada ban belakang (2 ban).

Oleh karena Metromini menggunakan sasis mesin truk dan karoseri bodi mikrobus, maka ada jarak antara setir dan dudukan jok sopir. Sebab, karoseri bodi Metromini mengikuti lebar ban belakang. Entah karena karoseri Metromini yang malas atau permintaan para sopir, posisi setir tidak diubah (tetap pada posisi semula). Ini membuat setir terlihat agak ke tengah dan posisi jok sopir dipaksa melebar ke kanan mengikuti lebar bodi kendaraan. Walhasil, sopir Metromini pun menyetir dengan gaya miring.

Yak, kalungkan handuk di leher, lay.. Kita akan mulai Metromini Race. Tarik!!

 
Leave a comment

Posted by on April 5, 2012 in Wheels on the Road

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: