RSS

Jadwal Keberangkatan Digital: Tak Perlu Galau Menunggu

05 Apr

Ketika saya bermukim di Berlin, saya langsung merasa nyaman dengan sistem transportasi masalnya yang gak bikin jidat dan hati berkerut. Saat menunggu bus atau kereta, misalnya, kita bisa tahu minute by minute kapan mereka datang. Lima menit lagi, dua menit lagi, sebentar lagi..

Kalau kita menunggu bus, papan pengumuman itu dipasang di halte. Kebetulan, dalam bahasa Jerman, tempat pemberhentian bus juga disebut halte – yang ditunjukkan dengan huruf H. Untuk halte-halte yang berada di rute turis (atau rute gemuk lainnya), papan pengumuman dalam bentuk digital.

Sementara itu, kalau kita menunggu kereta, papan pengumuman itu dipasang di beberapa titik di stasiun, ada yang di peron dan di dekat tempat pembelian tiket. Beda banget dengan sistem Indonesia yang begitu mengandalkan sistem ‘cangkem‘. Saat membeli tiket atau men-tap tiket abonemen, kita harus bertanya, “Keretanya udah sampai mana?” atau tunggu saja pengumuman.

Tapi, ternyata, tak seluruh jalur transportasi di Berlin yang menggunakan papan jadwal digital. untuk rute pemukiman bukan jalur padat wisatawan, jadwal kedatangan dan keberangkatan bus ditempel permanen di Halte. Meski begitu, jadwal mereka dijamin tepat waktu.

Sistem transportasi yang bagus juga terlihat dari pembagian jenis dan penomoran bus. Setidaknya ada empat jenis bus di kota itu, yakni normal bus, metro bus, express bus, dan night bus. Normal bus menghubungkan 300 titik. Penomoran mereka terdiri dari tiga digit, diawali dengan nomor 0 hingga 3. Digit kedua dan ketiga menunjukkan distrik atau borough awal dan akhir perjalanan.

Bandingkan dengan sistem penomoran bus di Jakarta. Masing-masing perusahaan otobus punya standar penomoran sendiri. Misalnya Mayasari Bakti nomor trayek 84 melayani Depok-Pulogadung, sedangkan Metromini dengan nomor trayek 84 melayani rute Kalideres-Pluit-Kota. Jadi, jika Anda pendatang baru di Ibukota, harus ingat betul nomor trayek dan perusahaan otobus yang bakal dinaiki. Jangan mentang-mentang pokoknya naik nomor sekian. Bisa kacau..

Kembali ke jadwal keberangkatan dan kedatangan, tak usah berharap berlebihan kepada sistem transportasi Indonesia. Boro-boro berharap Metromini datang tepat waktu, Garuda Indonesia aja bisa molor..

 
Leave a comment

Posted by on April 5, 2012 in Wheels on the Road

 

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: