RSS

How Much Time Do We Have?

02 May

How much time do we have?” Itu adalah sepenggal kalimat yang selalu saya dan mantan pasangan tanyakan ketika bertemu. Sang waktu seperti algojo yang siap memenggal leher. Kami makin sering mengatakannya saat mengetahui waktu kepulangan ke negara masing-masing semakin dekat. Time is ticking.

We only have 30 minute before I left this country,” kata saya, saat menemani dia memasak ‘little cow’ curry terakhir untuk saya. Kami menyebut ‘litte cow’ karena dia dengan bodohnya tak bisa membedakan antara daging babi dan sapi dalam bahasa setempat. Saya hanya sempat memakan tiga sendok nasi dan kari haram itu sebelum taksi yang akan membawa saya ke bandara menjemput di depan apartemen. Cukup. Waktu kami sudah habis. Singkat cerita, demi alasan keamanan negara, kami tidak bisa lagi bersama [lebay mode_on].

Tulisan ini bukan membicarakan kisah sok romantis, melainkan soal hal serius: waktu. Quality time. Adakalanya ketika kita tahu bahwa jatah waktu yang dimiliki singkat, kita akan lebih terpacu untuk menggunakannya dengan sebaik mungkin. Sebaliknya, kita cenderung akan menghabiskan waktu secara sia-sia bila merasa masih punya stok waktu berlimpah.

Setiap orang tidak tahu berapa jatah waktu yang diberikan oleh Sang Pemilik Waktu. Meski tampak ekstrem, saya melihat seorang dengan penyakit kronis – yang divonis dokter hanya memiliki sisa waktu hidup sekian bulan atau sekian tahun, justru lebih beruntung dibandingkan manusia normal yang tak tahu kapan hidupnya akan berakhir. Iya kalau kita berumur panjang, kalau Tuhan ternyata berkenan mengambil kita lebih cepat dari kawan kita yang sakit keras itu, bisa apa?

Setelah mengalami sebuah operasi besar, saya seperti diberi kesempatan kedua oleh Sang Pencipta. Saya benar-benar bersyukur masih bisa hidup seperti manusia normal lainnya. Meski sesaat setelah keluar dari RS, saya mengalami stres luar biasa. Saya hidup dengan berbagai keterbatasan. Saya tak boleh capek. Saya tak bisa lagi lari kencang seperti dulu (jadi, jangan lepaskan anjing untuk mengejar saya yaa..) Dokter pun mewajibkan saya untuk menjauhi sate kambing dan kopi. Makanan dan minuman paling enak sejagat. Aduh!

Tapi, segala pembatasan itu, saya justru merasa bersyukur. Saya masih bisa hidup, meski dengan sejumlah persyaratan. Tuhan ternyata masih sayang sama saya. Kalau saja waktu itu saya terlambat empat jam sebelum mendapatkan penanganan serius dari dokter, saya sudah tak ada di dunia ini. Sumpah, saya nggak tahu kalau penyakit yang saya idap itu ternyata sudah kronis. Ini mungkin efek dari Bumblebee Theory.

Begitu keluar dari ICU, saya berjanji untuk tidak menyia-nyiakan bonus waktu hidup dari Sang Pencipta. Begitu seluruh peralatan medis dipreteli, saya sempat menghitung waktu itu di tubuh saya digelantungi empat macam selang dan kabel yang entah untuk apa saja, saya berjanji membahagiakan dan membanggakan orang-orang yang mencintai saya setulus hati. Begitu saya tak lagi dihadiahi 15 suntikan setiap hari oleh suster, saya berjanji nggak mau aneh-aneh lagi. Suwer deh. (Eh, tapi janji yang terakhir masih sering saya langgar ding hehehe.. Maaf). Tapi, yang pasti, saya berjanji mau menikmati dan memanfaatkan hidup yang cuma sekali ini.

Bagi Anda, pembaca blog ini, yang sedang sakit keras atau para survivor dari suatu keadaan, please don’t be sad. Be strong! Bersyukurlah atas apa yang Tuhan berikan untuk kita, meski itu membuat kita sedih luar biasa. Kesedihan tidak akan membantu kita untuk bisa hidup lebih baik. Ketakutan akan sisa hidup tidak akan membantu kita untuk bisa menikmati hidup. Lakukan apa yang ingin Anda lakukan, mumpung masih ada waktu. If you want to say something to someone, just do it. Sebelum terlambat dan membuat Anda menyesal di liang lahat. Entah itu ucapan Terima Kasih, Maaf, atau Aku Cinta Padamu.

 
Leave a comment

Posted by on May 2, 2012 in Random Thought

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: