RSS

Keistimewaan Kami dan Kita

02 May

Orang Indonesia terlalu baik. Terlalu memperhatikan dan mematuhi orang lain, tapi tidak diri sendiri. Keadaan ini mungkin akibat dijajah tiga setengah abad oleh bangsa asing, yang membuat pribumi tak percaya diri atas kelebihan yang dimiliki. Itu hipotesis ngawur ala saya. Bagaimana tidak, untuk urusan tata bahasa saja, orang Indonesia yang sedang mempelajari bahasa asing mau mengikuti aturan. Tapi, begitu ia memakai bahasanya sendiri, yang sudah dikenalnya sejak kecil, tata bahasanya langsung kacau balau.

Salah satu contoh paling mudah adalah penggunaan kosakata ‘Kami’ dan ‘Kita’ yang terbolak-balik. Konyolnya, seorang kawan mengatakan alasan keengganannya menggunakan kosakata Kami karena dianggap terlalu formal. “Enakan pakai ‘Kita’. Kalau ‘Kami’ kesannya resmi banget,” begitu katanya. Saya hanya bisa nyengir pasrah. Mungkin kawan saya ini dulunya terlalu banyak menonton acara Laporan Khusus seusai Dunia Dalam Berita, sehingga enek dengan penggunaan kata ‘Kami’ oleh pejabat negara yang bicaranya secepat siput berlari.

Dalam ilmu linguistik bahasa Indonesia, kedua kosakata itu memiliki persamaan dan perbedaan. Persamaannya, Kami dan Kita merupakan kata ganti orang pertama jamak (the first person plural). Perbedaannya, Kami bersifat eksklusif (tidak melibatkan lawan bicara), sedangkan Kita bersifat inklusif (melibatkan lawan bicara). Jadi, perbedaan Kami dan Kita bukan urusan bahasa formal atau non formal.

Contoh mudahnya begini:

  1. Saya pergi ke mal bersama kawan-kawan, tanpa mengajak Anda (si lawan bicara). Maka saya pun akan menggunakan kosakata Kami. “Kami pergi dulu yaaa..,” kata saya, sembari melambaikan tangan dan menghilang di balik pintu.
  2. Saya pergi ke mal bersama kawan-kawan, dengan mengajak Anda (si lawan bicara). Maka saya pun akan menggunakan kosakata Kita. “Kita pergi sekarang aja yuk,” kata saya, sembari menggamit lengan kawan-kawan lalu melangkah ke arah pintu.

Menyoal penggunaan kosakata Kami dan Kita, saya bisa melihat bahasa Indonesia cukup istimewa. Dalam bahasa Inggris, kedua kata Kami dan Kita hanya diwakili oleh sebuah kata ‘we‘, dalam bahasa Jerman ‘wir‘, atau dalam bahasa Belanda ‘wij‘. Rata-rata bahasa asing tidak membedakan eksklusivitas dan inklusivitas orang pertama jamak. Mereka hanya membedakan sebutan orang pertama jamak sebagai subjek dan objek, seperti bahasa Inggris dengan ‘we‘ dan ‘us‘-nya itu.

Kosakata Kami dan Kita menyimpan kekhasan dan keunikan linguistik. Itu sebabnya, saya dan Anda (yang berarti kita), harus menjaga makna dasar dan menggunakannya dengan benar, agar tidak terjadi distorsi semantik (baca: jangan sampai mengira perbedaan maknanya karena unsur formal dan non formal, misalnya). Sebab, kedua kosakata itu merupakan kekayaan linguistik yang harus kita jaga kelestariannya.

Sayangnya, keistimewaan itu tidak disadari orang Indonesia. Saya melihat bangsa ini susah sekali merawat apa yang dimilikinya, entah itu karya kita atau warisan pendahulu kita. Kecerobohan dan kesalahkaprahan dalam berbahasa merupakan salah satu bukti kelemahan kita dalam melestarikan budaya sendiri. Kalau melestarikan makna kata saja tidak bisa, apalagi melestarikan budaya adiluhung peninggalan nenek moyang? Mungkin kalau Malaysia mengklaim Kami dan Kita sebagai kekayaan bahasa Melayu yang tak ada dalam bahasa mana pun di dunia, orang Indonesia baru mencak-mencak. Terlambat menyadari.

Bila mengikuti insting GPS (Gerakan Pembenci Sinetron), kesalahkaprahan penggunaan kosakata bahasa Indonesia banyak dipicu oleh penggunaan bahasa ngawur dalam sinetron dan iklan di televisi swasta nasional. Sialnya, dari hasil menggosip dengan sejumlah orang tua murid, saya akhirnya mengetahui bahwa pelajaran bahasa Indonesia di SD jaman sekarang, tidak menerangkan perbedaan penggunaan kosakata Kami dan Kita. Saking salah kaprahnya, anak jaman sekarang alih-alih menggunakan kosakata Kita untuk menunjuk orang pertama tunggal, yang seharusnya menggunakan kosakata Saya atau Aku (atau Gue). Ampun dah!

 
Leave a comment

Posted by on May 2, 2012 in Bicara Bahasa

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: