RSS

Kartu Commet: Bye Bye Tiket Sobek

14 May

Harus diakui, sekarang sudah ada kemajuan dalam sistem transportasi kereta api Indonesia, khususunya KRL Jabodetabek. Bila di postingan sebelumnya saya (sedikit) memuji rute warna dan sistem oper, kali ini saya harus mengapresiasi mulai berlakunya sistem tiket elektronik ala PT KAI Commuter Jabodetabek. Meski belum sempurna, tapi setidaknya ada perubahan.

Mulai 1 Februari 2012, penyedia jasa KRL Jabodetabek mengganti Kartu Trayek Bulanan (KTB) dan Kartu Langganan Sekolah (KLS) dengan kartu Commuter Electronik Ticketing (COMMET). Menurut situs resmi perusahaan pelat merah itu, Kartu Commet merupakan tahap awal penerapan program e-ticketing.

Secara sederhana, kartu Commet bisa diartikan sebagai alat pembayaran pengganti uang tunai untuk perjalanan KRL Commuter Line. Serupa tapi tak sama dengan KTB/KLS, sama-sama kartu abonemen (sering disingkat menjadi ‘Kartu Abo’) kereta api. Tarif bulannya juga masih sama. Untuk rute Jakarta-Depok, misalnya, masih Rp238.000 per bulan.

Namun, perbedaan antara KTB dan Commet ada pada cara penggunaannya. Kalau kartu abo yang lama, pengguna cukup menunjukkan kartunya pada petugas jaga atau petugas pemeriksa karcis di dalam kereta. Saya bertaruh pasti ada tes mata saat merekrut petugas tiket. Mereka memiliki mata awas untuk membedakan kartu abo yang dikeluarkan bulan ini dan bulan sebelumnya. Sebab, perbedaan kartu abo hanya pada tulisan dan warna tulisan bulan dikeluarkan kartu itu.

Sementara itu, untuk penggunaan kartu Commet, pengguna jasa kereta api cukup men-tap kartu di sebuah mesin. Kalau dana dalam kartu masih tersedia, palang pintu akan terbuka. Kalau sudah expired (baca: bulan ini belum top up kartu), maka palang pintu akan njagrek tak bergerak. Pelanggan tak bisa memasuki peron. Sama seperti yang ada di stasiun MRT negeri tetangga itu lah..

Sebelum resmi diluncurkan 1 Februari 2012, PT KAI menyosialisasikan program kartu Commet mulai 26 hingga 31 Januari 2012. Untungnya bukan cuma memasang spanduk di tiap stasiun. Mbak dan mas petugas sosialisasi berdiri di samping petugas penyobek karcis. Kalau ada penumpang yang menunjukkan kartu abo, mereka akan meminta waktu sejenak. Mereka menjelaskan secara singkat mengenai kartu Commet dan memberikan brosur yang berisi tata cara, fungsi, sekaligus menjadi form pendaftaran. Sungguh efektif dan efisien. Tak lebih dari 3 menit. Maklum, para roker kadang terlalu berambisi untuk menaiki kereta secepatnya.

Bagi penumpang yang mendaftarkan diri di akhir Januari dan awal Februari lalu, PT KAI tidak memungut biaya pembuatan kartu Commet. Di luar bulan-bulan itu, penumpang yang akan membeli kartu Commet (cukup beli sekali untuk selamanya) harus membayar Rp50.000, di luar tarif berlangganan (saldo yang harus berada dalam kartu Commet).

Untuk tahap awal, saldo yang harus ada di dalam Kartu Commet disesuaikan dengan jalur KRL yang dituju, misalnya

  • Rute Jakarta – Depok Rp238.000
  • Rute Jakarta – Bogor Rp278.000
  • Rute Jakarta – Bekasi Rp258.000
  • Rute Jakarta – Serpong Rp238.000

Untuk mendapatkannya, penumpang cukup menuju loket pembelian tiket yang ditentukan PT KAI. Tidak seluruh stasiun di wilayah Jabodetabek, memang, tapi di sebagian besar. Sediakan foto kopi KTP dan uang tunai untuk membayar tarif berlangganan sesuai trayek plus uang pembuatan kartu Commet. Setelah itu, penumpang mengisi form yang berisi data diri (nama, alamat, nomer katepe, nomor hape bla bla bla..), juga ada kolom stasiun awal dan stasiun tujuan. Mudah-mudahan data yang ada di form itu bisa diolah dengan baik demi kemajuan sistem transportasi masal Ibukota.

Menurut PT KAI, kartu Commet saat ini merupakan alternatif (bukan pengganti) karcis konvensional yang bisa dicekrek dan disobek itu. Untuk sementara waktu, pihak PT KAI menyatakan karcis sobek sekali jalan masih ada dan berlaku, baik itu untuk perjalanan KRL kelas ekonomi maupun AC (Commuter Line).

Ke depan, PT KAI berjanji akan mengganti tiket sobek dengan tiket Commet, kendati hanya dipakai sekali jalan. Mungkin bentuknya seperti yang ada di sistem MRT negeri tetangga itu lah.. (sepertinya saya sudah pernah menulis sepenggal kalimat ini deh). Harga kartu Commet dipatok Rp50.000 dengan saldo berisi Rp30.000. Besaran isi ulang saldo mulai Rp20.000 hingga Rp1 juta. Sisa saldo bisa diuangkan kembali. Hanya saja, soal mekanisme ke depannya, masih belum jelas.

Tiap akhir dan awal bulan, para roker biasanya menyemut di depan loket pembayaran. Di hari-hari itu, mereka yang tak pernah berinteraksi dengan petugas loket, harus mengisi ulang (top up) kartu Commet-nya di loket pembayaran. Setelah menerima uang langganan, petugas akan mengisi kartu secara elektronik dan memberi struk bukti pengisian.

Saya menyarankan untuk menyimpan struk tersebut, setidaknya saat bulan berjalan. Takutnya, kartu error dan di layar gate terpampang tulisan “Masa berlaku kartu berakhir”, padahal kita sudah mengisi ulang kartu. Kalau sampai hal ini terjadi, kita cukup menyerahkan bukti struk pembayaran dan petugas akan men-setting ulang kartu Commet kita (curcol detected!)

Semula, terdengar kabar dana yang ada dalam kartu akan terpotong setiap kali para roker men-tap kartu Commet. Rumor ini tentu saja menggelisahkan para roker yang gemar keluar masuk stasiun (baca: mampir-mampir) sebelum menuju stasiun tujuan akhir.

Seperti yang bisa diduga, tak ada penjelasan resmi dari PT KAI. Pertanyaan para roker hanya dibalas gelengan kepala petugas jaga, yang menandakan mereka juga tak tahu. Hingga kemudian, April (pada tahap kedua sosialisasi kartu Commet) lalu ada kebijakan yang memungkinkan kartu Commet bisa dipakai sepanjang bulan alias dana tidak dipotong berdasarkan jumlah perjalanan. Hore!

 
3 Comments

Posted by on May 14, 2012 in Wheels on the Road

 

Tags: , , , , ,

3 responses to “Kartu Commet: Bye Bye Tiket Sobek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: