RSS

The Durian Theory

15 May

Saya tak suka durian. ‘Radar’ saya amat sensitif kalau soal dekat-dekat buah khas negeri tropis itu. Dari jarak 100 meter, meski tak melihat ujung durinya, saya sudah tahu pasti ada yang menyembunyikan keberadaan buah itu dari saya. Bau durian bikin saya kliyengan. Orang bilang daging buah durian itu taste like heaven, as for me tetep aja taste like hell.

Meski tak suka makan durian, saya suka memperhatikan orang-orang yang hobi makan durian. Saya bisa bilang mereka itu fanatik. Bayangkan, para durian lover ini rela datang jauh-jauh ke penjual durian, pilih sana pilih sini (sambil jongkok-jongkok juga rela), lalu duduk seadanya di tanah beralaskan tikar sambil menikmati daging buah durian. Berasa di surga banget dah..

Sebelum mendapatkan daging buah yang warnanya kuning muda itu, saya perhatikan para durian lover ini akan membelah kulit durian yang keras dan berlekuk-lekuk tajam hingga menyerupai duri itu (penjelasan paling masuk akal alasan buah itu disebut Durian). Untuk membelah durian harus hati-hati. Temukan kampuh yang membentuk garis lurus di kulit luar buah, biasanya terdapat maksimal lima kampuh, sebagai jalur belah. Bagian tangkai durian harus berada di bagian bawah, sedangkan titik di ujung buah merupakan tempat untuk memulai proses pembelahan.

Setelah kulit buah durian telah terbuka menjadi buah bagian, para durian lover akan menyomot daging buahnya. Menariknya, untuk menikmati daging buah durian mereka tidak menelan atau menggigit seluruh bagian, tapi menyisakan bagian biji durian.

Menurut saya, rangkaian prosesi memakan durian ini mengandung nilai filosofi tertentu. Seseorang harus memilih mana bagian yang bisa dimakan dan tidak bisa dimakan. Orang tidak bisa menelan bulat-bulat buah durian yang besar bin berduri itu, jika tak ingin mati keselek.

Begitu juga ketika kita mendapatkan kabar berita atau peraturan yang harus ditaati. Kita harus memproses seluruh informasi yang datang itu. Dari membuka selubung paling keras, diambil satu persatu, memanfaatkan yang bisa dimanfaatkan, dan menyisakan hal yang tak berguna. Jangan sampai kita menelan bulat-bulat kabar yang datang atau melakukan segala yang diperintahkan secara saklek, tanpa tahu kebenaran dan dasar alasannya.

Disclaimer:

  1. Postingan ini diunggah bukan sebagai alasan modus “aturan dibuat untuk dilanggar” yang sering saya lakukan.
  2. Saya bener-bener gak suka durian. Tapi kalo “duren” saya suka hahaha..
 
Leave a comment

Posted by on May 15, 2012 in Random Thought

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: