RSS

Truthfulness Seeking

21 May

Dil ka hujra saaf kar jaana ke aane ke liye.
Bersihkan hatimu untuk Dia yang akan hadir.

Lady Gaga, sudah bisa dipastikan, bakal batal manggung di Jakarta, awal Juni 2012. Sebuah organisasi keagamaan radikal menentang kehadiran penyanyi asal AS itu, sekaligus mengancam akan membubarkan konser. Media lokal dan media asing, sejak dua minggu terakhir, banyak memberitakan masalah ini.

Saya bukan fans Lady Gaga. Jadi, saya tidak mempermasalahkan dia mau konser di Jakarta atau tidak. Hanya saja, saya sempat dibuat terperangah ketika seorang petinggi organisasi keagamaan radikal, dalam sebuah talkshow yang ditayangkan secara live oleh salah satu stasiun televisi swasta, minggu lalu, menuding rencana kehadiran Lady Gaga sebagai biang kerok jatuhnya pesawat Sukhoi di gunung Salak. Takjub! Itu logika berpikir yang luar biasa ngaco.

Meski sempat garuk-garuk kepala karena logika yang putus nyambung di acara tersebut, saya ‘menguatkan diri’ untuk tidak memindah channel. Hingga kemudian, saya bisa tersenyum ketika seorang tokoh organisasi keagamaan terbesar di negeri ini mengatakan bahwa meski Lady Gaga datang sejuta kali ke Indonesia, ia tidak akan merusak akhlak dan mengubah iman seseorang. Setuju!

Gara-gara Lady Gaga dan aksi penolakannya, yang keduanya sama-sama kontroversial, saya jadi tergelitik untuk menulis mengenai spiritualisme. Saya akan mencoba berhati-hati dalam bersuara karena ini topik yang sensitif. Topik bahasan yang sebenarnya sering saya hindari.

Belakangan, dengan pola pengajaran yang terjadi saat ini, saya melihat kebanyakan agama hanya mementingkan ritual. Bukan memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan kompleks tentang Sang Pencipta dan bagaimana kita menyadari keberadaan-Nya. Sejumlah pemimpin agama telah melupakan pesan nyata dari Tuhan untuk mengajarkan perdamaian dan cinta kasih.

Tuhan bukan monopoli satu agama saja. Ia borderless, melintas batas dan bisa disembah oleh siapa saja, kapan saja, di mana saja, dengan cara apa saja. Ia pun tak keberatan disebut dalam berbagai nama, entah itu Allah (dengan beragam cara pelafalan), Yahweh, atau bahkan Khrisna. Untuk menyadari keberadaan Sang Pencipta, kita harus meresapi firman suci dan kasih karuniaNya melalui pengosongan pikiran. Berdoa. Meditasi. Itulah inti dari spiritualisme.

Untuk menjadi tukang insinyur yang andal, kita bisa mempelajari buku-buku teknik. Begitu pula ketika kita ingin menjadi jurnalis yang baik, kita bisa membaca buku yang berkaitan dengan dasar-dasar jurnalisme dan banyak praktek lapangan. Untuk profesi apapun, seseorang perlu guru untuk membimbing dan menunjukkan jalan. Namun, untuk mengenal Sang Pencipta, ada hal yang lebih penting dari itu semua, yakni kesediaan untuk membuka diri, menerima berbagai pengetahuan, dan meresapinya dengan kesungguhan.

Bagi seorang manusia, ada waktu untuk segala sesuatu dalam hidup, termasuk untuk mencari kebenaran. Saya menggarisbawahi kata mencari. Kualitas hidup seseorang sejatinya ditentukan oleh pencarian sepenuh hati. Saya merasa proses pencarian saya belum berakhir.

Saya menyadari apa yang saya kejar selama ini hanya membuat saya lelah. Saya ingin berdamai dengan hidup. Menikmati perenungan, pencarian diri, dan merasakan Dia hadir di tengah-tengah relung kesadaran saya. Tapi, bukan berarti saya akan menghabiskan sisa hidup dengan berkelana ke puncak gunung atau bertapa di dalam gua. Saya harus tetap ngantor untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus mengaktualisasi hidup.

Seperti yang pernah saya posting di artikel sebelumnya, living on binary world, kita harus pahami bahwa di dunia ini semua terjadi berpasangan, berkebalikan, dan saling mengisi. Semua harus imbang. Selain menjalani hidup dengan standar keduniawiannya, ada kalanya, kita juga harus memuaskan dahaga jiwa kita dengan spiritualisme.

 
Leave a comment

Posted by on May 21, 2012 in Random Thought

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: