RSS

Kampung Batik Jakarta

22 May

Bicara soal batik, kita pasti mengenal beberapa kampung yang menjadi sentra produksi dan sentra penjualan batik. Seperti Kampung Batik Laweyan di Solo atau Kampung Batik Trusmi di Cirebon. Tapi, ternyata, kini juga ada kampung Batik di Jakarta, tepatnya di Pal Batu, Tebet, Jakarta Selatan.

Adalah empat pecinta batik yang memprakarsai pendirian kampung batik di Ibukota. Mereka adalah Ismoyo W. Bimo, Iwan Darmawan, Budi Haryanto, dan Safri. “Saya yang pertama memiliki ide untuk memulai kampung batik di Jakarta. Setelah berbicara dengan beberapa teman, saya menemukan empat orang yang memiliki ide yang sama,” tutur Ismoyo W. Bimo, seperti dikutip beritasatu.com, awal Mei lalu.

Syahdan, pada 2010, keempatnya bertemu dan membuat rancangan awal kampung batik di Jakarta. Setelah mencari lokasi ke sana ke mari, mereka sepakat Pal Batu adalah lokasi paling tepat. “Daerah ini dekat dengan sentra-sentra batik Jakarta di jaman dulum seperti Tanah Abang, Bendungan Hilir, Thamrin, Palmerah, dan sekitarnya,” terang Bimo. Belum lagi, jelas dia, di kawasan itu tak banyak industri yang tumbuh dan masyarakatnya komunal.

Ia mengaku mengambil inspirasi dari kampung-kampung batik yang sudah ada. Hanya saja, kampung batik di Jakarta memiliki tantangan lebih besar, mengingat sentra batik di Pal Batu ini bukan berdasar dari perajin. Itu sebabnya, Bimo, yang dianggap memiliki jaringan dengan perajin batik di seluruh Nusantara, diberi tugas untuk mengkoordinir perajin dari daerah untuk berbagi pelajaran dengan komunitas Kampoeng Batik di Jakarta.

“Sebenarnya ini berdasar kecintaan kami terhadap batik. Kami ingin melestarikan batik. Sejak lama saya, yang kolektor batik, mencari tahu tentang batik. Lalu dari sana saya menemukan, Jakarta memiliki batiknya sendiri, dengan ciri khas tumpal dan motif ondel-ondel, monas, dan lainnya,” ujar Bimo, yang mengaku tergabung dalam komunitas Batik Banget. Kini, Kampoeng Batik telah memiliki tujuh gerai penjual batik. Tentu saja, ke depan, akan makin banyak pedagang batik Betawi di kawasan ini.

Sejak tahun lalu, Kampoeng Batik menyelenggarakan acara bertajuk Jakarta Batik Carnival, sebuah kegiatan untuk mengeksplorasi potensi batik menjadi suatu tampilan menarik. Kegiatan yang digelar dua hari ini dirancang dengan event karnaval massal. Bimo berharap Kampoeng Batik bisa menjadi sentra pengrajin batik Betawi dan menjadi destinasi alternatif wisata belanja batik.

 
Leave a comment

Posted by on May 22, 2012 in Batik Addict

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: