RSS

VUP: Very Unimportant People

29 May

Setiap pukul 23.00, saya selalu melihat sepasang suami istri mengais bak sampah di tempat saya tinggal. Mereka melakukannya secara cepat. Tak lebih dari tiga menit dan tanpa banyak bersuara. Setelah saya perhatikan, pasangan yang usianya sekitar 60 tahunan ini hanya mengambil botol plastik bekas air mineral kemasan.

Mereka melakukan pekerjaan itu setiap hari. Bahkan, ketika malam pergantian tahun, saat orang-orang sibuk berpesta kembang api, saya tetap dapat menemukan keduanya mengais tempat sampah. Tak ada seragam khusus yang dikenakan. Si ibu kerap mengenakan daster kumal, sedangkan si bapak selalu memakai peci buluk berwarna coklat serta memanggul karung. Mereka tak melengkapi diri dengan sarung tangan atau besi berpengait. Dengan bertelanjang tangan, mereka mengambil sesuatu yang mereka anggap berharga dari tempat yang selama ini tak pernah kita anggap berharga.

Rupanya, penjaga kos sudah berbagi rejeki dengan pasangan yang jarang tersenyum itu. Sebab, satu-dua jam kemudian, ‘petugas kebersihan resmi’ akan mengangkut sampah itu untuk dibuang ke tempat pembuangan akhir, yang entah di mana tempatnya. Di pagi hari, seluruh tempat sampah sudah kosong dan lantai selasar sudah bersih. Para penghuni tak perlu repot menyapu dan mengepel lantai sebelum beraktivitas.

Seringkali, manusia silau dengan atribut dan jabatan. Kita akan membungkuk hormat tatkala bertemu orang-orang yang lebih berkuasa, entah karena kekuasaan atau kekayaan. They are Very Important People (VIP). Sebaliknya, kita tak pernah menyadari kehadiran orang-orang yang terpaksa menjalani pekerjaan kotor (dalam arti sebenarnya) untuk menyambung hidup, seperti para pemulung dan petugas kebersihan itu. Mereka tergolong dalam Very Unimportant People (VUP), kebalikan dari status yang selalu didamba setiap manusia.

Para VUP ini tak pernah merasakan privilege dalam hidupnya. Kecuali pada saat pembagian zakat, nama mereka akan bertengger di posisi paling atas. Selebihnya, jarang ada yang menganggap mereka penting. Bahkan, mereka sering dianggap tak ada. Angin lalu saja.

Kendati ‘aturan kasta’ menaruh VVUP dan VUP di posisi paling bawah, disadari atau tidak, kita selalu membutuhkan bantuan mereka. Bahkan, pada suatu masa, kita akan mengalami sebuah kondisi ketergantungan. Mereka yang sepertinya nggak penting ini akan menjadi penting terutama di saat-saat genting.

Jangan mengharapkan lingkungan yang bersih jika tak ada pemulung, tukang sampah, tukang sapu jalan, atau mas/mbak cleaning service. Jujur saja, kita akan cenderung bereaksi negatif saat sisa sampah masih berceceran dan tak segera dibersihkan. Tapi, kita jarang bereaksi positif ketika melihat mereka bekerja, entah itu mengucap terima kasih atau sekadar tersenyum. Alasannya, it’s their job.

Sebuah bangunan megah tidak akan bisa berdiri jika dalam satu tim hanya ada mandor. Harus ada kuli dan pemodal. Kalau mau daftarnya diperpanjang, bisa saja kita menambahkan posisi tukang insinyur, mbak kasir, engkong pemilik toko bangunan, sampai ibu pemilik warteg yang bersedia menerima utangan para kuli.

Seluruh manusia di muka bumi memiliki peran masing-masing. Tak peduli mereka kaum VIP, VUP, atau kelas tribun (baca: ordinary people yang tidak termasuk golongan VIP dan VUP). Semua saling membantu, membutuhkan, dan menguntungkan. Meski terlihat acak, sebenarnya seluruh peran di dunia ini saling berkaitan satu sama lain.

Semesta disusun secara seimbang. Jika tak seimbang, maka kacaulah tatanan kehidupan ini. Adalah tugas kita untuk menyeimbangkan dunia. Ini bukan masalah penting atau tidak penting, peran besar atau peran kecil, orang besar atau orang kecil, semua memiliki peran masing-masing untuk membantu menyeimbangkan dunia.

 It is not how much you do, but how much love you put into the doing that matters. (Mother Theresa)

 
Leave a comment

Posted by on May 29, 2012 in Random Thought

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: