RSS

Sang Penyintas

04 Jul

Belakangan, kening saya terpaksa harus mengerut ketika menonton tayangan History Channel atau National Geographic Channel. Seringkali mereka memunculkan kosa kata “penyintas” dalam terjemahan bahasa Indonesia. Inilah kejelekan saya, kalau mendengar kosa kata baru yang kedengerannya aneh bin janggal, saya buru-buru menghubungi kawan saya yang berprofesi sebagai copy editor sebuah majalah. Langsung nge-buzz!

Sembari menunggu jawaban, saya perhatikan bahasa aslinya. Ternyata, ‘penyintas’ itu padanan kata untuk ‘survivor’. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ‘penyintas’ berasal dari kata ‘sintas’, yang artinya terus bertahan hidup atau mampu mempertahankan keberadaannya. Sehingga, penyintas berarti orang yang selamat dari suatu peristiwa yang mungkin dapat membuat nyawa melayang atau kondisi yang membahayakan.

Satu hal yang menarik, istilah penyintas muncul bukan dari kalangan ahli linguistik atau ahli sastra, melainkan dari pegiat atau aktivis LSM dalam konteks bencana. Istilah penyintas muncul pertama kali pada 2005. Kala itu, para pegiat dan aktivis LSM memerlukan kata yang lebih pendek untuk menerjemahkan kata survivor. Sebelumnya, mereka harus menggunakan setidaknya tiga kata, yakni ‘korban yang selamat’ sebagai padanan kata survivor dalam Bahasa Indonesia.

 
Leave a comment

Posted by on July 4, 2012 in Bicara Bahasa

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: