RSS

Lebih Baik Sakit Hati?

09 Jul

Kalau bang Meggy Z bilang lebih baik sakit gigi daripada sakit hati, itu karena bang Meggy nggak pernah tau betapa menderitanya kalo lagi sakit gigi. Sumpah, sakit gigi itu sama menderitanya dengan sakit hati. Keduanya tak bisa dijadikan substitute, pengganti. Karena keduanya sama-sama menyakitkan.

Di benak saya, dokter gigi itu bak malaikat berbaju putih yang berlari mengejar saya sambil membawa kampak. Lubang di gigi yang diameternya tak sampai 2 milimeter seperti lubang berdiameter 20 meter di dalam sana. Suara bor, bau obat-obatan, dan peralatan yang pating crentel di kursi pasien tampak begitu angker. Deskripsi lebay ya? Harap maklum. Artikel ini ditulis saat saya tengah menderita sakit gigi stadium cenut cenut. Kinerja otak otomatis error gara-gara satu lubang kecil berdiameter satu milimeter!

Sepertinya, baru dua minggu lalu saya memuji ponakan, yang masih berusia lima tahun, karena sudah berani ke dokter gigi. Beruntung, dari sekadar mengecek kesehatan gigi, ternyata diketahui ada dua lubang kecil di gigi susunya. Ah, pokoknya puja puji buat si kecil dah. Eh, tapi sekarang, aunty-nya malah keok. Nggak berani ke dokter gigi. Aduh!

 
Leave a comment

Posted by on July 9, 2012 in Random Thought

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: