RSS

Memanfaatkan Momentum

24 Jul

Tak terasa, akhir Juli ini Muslim di seluruh dunia akan kembali memasuki bulan suci Ramadan. Bulan penuh berkah. Sepanjang bulan Ramadan, pemeluk agama Islam akan melakukan serangkaian aktivitas keagamaan, termasuk berpuasa di siang hari, salat tarawih di malam hari, memperbanyak membaca Al Quran, dan kemudian mengakhirinya dengan membayar zakat fitrah serta merayakan Idul Fitri.

Di Indonesia, rangkaian Ramadan dan Idul dilalui dengan sedikit unik. Masyarakat tak hanya melihatnya sebagai perayaan keagamaan semata, tapi juga momen kultural yang menyangkut seluruh aspek kehidupan. Hingga pada akhirnya, hal ini turut memengaruhi pola perilaku dan pola belanja masyarakat.

Sejumlah entrepreneur secara cerdik mampu menciptakan peluang bisnis dari tradisi seputar Ramadan dan Idul Fitri, seperti menjadi penyelenggara pasar dadakan yang menawarkan hidangan takjil hingga baju baru, menyediakan katering sahur, menjadi EO mudik bersama, menyediakan rest area dadakan di jalur mudik, hingga menyediakan cleaning service rumahan tatkala asisten rumah tangga tengah pulang kampung.

Di dalam dunia marketing dikenal istilah seasonal marketing. Seasonal Marketing merupakan pendekatan pemasaran yang mencoba menangkap peluang bisnis yang hadir dari sebuah momen istimewa. Di negeri ini, salah satu momen istimewa adalah Ramadan dan Idul Fitri. Sudah menjadi rahasia umum bahwa di bulan-bulan ini akan terjadi lonjakan konsumsi yang amat tinggi, salah satunya dipicu oleh Tunjangan Hari Raya (THR) yang diterima sebagian besar karyawan di negeri ini.

Menurut catatan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) akan selalu terjadi peningkatan omzet produk saat Ramadan tiba. Khusus untuk produk makanan dan minuman, lonjakannya bisa mencapai 30 kali lipat! Data APPBI juga menunjukkan bahwa peningkatan omzet yang terjadi sepanjang Ramadan dan Idul Fitri setara dengan 80% total omzet setahun produk tersebut. Salah satu penyebab berlipatnya omzet adalah adanya kebiasaan masyarakat untuk melakukan buka bersama dengan mengundang tetangga, kerabat, maupun fakir miskin.

 

(As published on Majalah DUIT! edisi 7/Juli 2012)

 
Leave a comment

Posted by on July 24, 2012 in Smartpreneur

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: