RSS

Shuffling Song. Shuffling Life

25 Jul

Teknologi pemutar musik mengalami evolusi. Makin lama makin kecil dan makin tipis. Di era 1980an, pemuda yang gemar main break dance (saya sengaja menghindari kosa kata ABG untuk mereka yang masih muda di masa itu) selalu menenteng tape segede gaban. Tak jarang, mereka memanggul tape di pundak, persis seperti kaum udik yang baru turun bus di terminal Kampung Rambutan.

Di era 1990an, pecinta musik sudah merasakan nikmatnya walkman. Mereka tak perlu lagi memanggul tape yang speaker-nya tepat menghadap kuping. Cukup selipkan earphone di kuping (namanya juga ear-phone, kalo di gigi ya tooth-phone hehehe..), lalu dengarkan musik. Bisa joget-joget sepuasnya. Karena tangan tak perlu memegang walkman. Alat pemutar kaset itu cukup diselipkan di ikat pinggang.

Sebagai manusia yang alhamdulillah masih diberi kehidupan di era 2010an, saya amat menyenangi MP3 player, entah itu yang tertanam di ponsel atau ‘berdiri sendiri’. Alat segede korek api itu bisa menyimpan ratusan lagu. Lupakan saja kaset atau CD yang mentok cuma bisa menampung 15 lagu. Terima kasih tak terhingga untuk Dr. Karlheinz Brandenburg sang penemu format MP3.

MP3 player setia menemani perjalanan saya. Sebagai roker yang sering menjadi pepes di kotak berpendingin, ‘sumpel kuping’ yang tertaut di MP3 merupakan hiburan menarik. Pasang musik, merem sambil bergelantungan, dan nikmati perjalanan. Saking penuh sesaknya, tangan saya sering tak bisa bergerak untuk memilih lagu yang ingin didengarkan. Pasrah saja. Tergantung si ‘denmas’ Shuffle memilihkan lagu untuk saya.

Suka tersenyum sendiri kalau susunan lagu kebetulan menjadi acak adul. Bayangkan, dari Someone Like You yang super mellow kemudian beat-nya berubah jingkrak-jingkrak di Mr. Saxobeat dan blast to the past lewat Enter Sadman-nya Metalica atau I Live My Life For You milik Firehouse. Untung saya memilih lagu yang memang pas di hati. Tak harus lagu dengan lirik dan nada berkualitas tinggi. Kadang lagu norak pun masuk playlist, selama enak didengar (lagu Kereta Malam yang aslinya punya bang haji Rhoma Irama tapi dibikin versi dangdut koplo? Ada!). Mau genre apa aja, dari tahun berapa aja, ada. Tapi, itu memang gunanya fasilitas shuffling song kan? Memutar musik secara acak.

Seperti halnya hidup. Sang Pemilik Hidup sudah mengisi playlist hidup kita dengan serentetan kisah, mulai yang menye-menye, ajeb-ajeb, sampai yang genjreng-genjreng. Lengkap. Begitu DIA mengaktifkan fasilitas Shuffle, kita harus menerima kisah hidup secara acak. Kadang senang, kadang sedih. Kadang bete, kadang galau, kadang biasa-biasa saja. Random.

Tapi, seberapa acak hidup kita, percaya saja kalau DIA sudah memilihkan kisah yang terbaik untuk kita, meski tak selalu sesuai selera kita. Suka atau tidak suka itu soal selera bukan? Kalau kata DIA itu yang terbaik untuk, terima saja dulu – meski sebenarnya kita ‘risih’ dan ingin segera mengganti pilihan. Siapa tahu kita akan terbiasa dan menjadi suka dengan apa yang telah DIA pilihkan untuk kita, setidaknya untuk saat ini. Sabar saja.

 
Leave a comment

Posted by on July 25, 2012 in Random Thought

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: