RSS

Kulari ke Hutan..

06 Aug

Hutan adalah cinta pertama saya. Saya beruntung kenal hutan sebelum kenal mal. Saya masih ingat betul, saya mendapatkan secangkir kopi pertama kali saat berkemah. Waktu itu, bunda Pramuka, yang tak lain dan tak bukan adalah walikelas 3 SD saya, mengulurkan secangkir bening cairan berwarna hitam pekat. Baunya menggoda.

Dengan ragu-ragu, saya menyesap minuman – yang menurut saya, waktu itu, hanya boleh dikonsumsi oleh ‘orang besar’ saja. Ternyata, kopi iku enak dul.. Dan, jadilah saya ketagihan jaga malam sepanjang musim perkemahan demi mendapatkan secangkir kopi nikmat.

Setidaknya, waktu itu, sekitar 15-20 tahun lalu (tepatnya sebelum berat badan saya bertambah 15-20 kg), saya rutin keluar masuk hutan. Saya begitu menikmati sensasi terpeleset tanah basah, kulit tergores dedaunan tajam, hingga terseret arus sungai yang tak juga membuat saya insyaf dan belajar berenang dengan baik.

Sejatinya, alam semesta merupakan guru yang bijak. Berada dalam hutan memberi saya kedamaian. Dalam keterdiaman kita bisa menikmati keindahan. Hanya dalam senyap kita bisa merasakan angin membelai kulit kita, mendengar degup jantung kita, menikmati hangatnya seliris sinar mentari yang jatuh tepat di kening kita. Keindahan yang telah disediakan semesta di sekitar kita, namun seringkali dilupakan hanya karena kita terkungkung hiruk pikuk kehidupan.

You can hear the footsteps of God when silence reigns in the mind. ~Sri Sathya Sai Baba

 
Leave a comment

Posted by on August 6, 2012 in Random Thought

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: