RSS

Fatmah Bahalwan: Berawal dari Pesanan Kue Seribuan

07 Aug

Jabatan sebagai Sekretaris Eksekutif tak menyurutkan minat Fatmah untuk menjajakan kue ke teman sekantor. Agar tak ketahuan bos, ia melakukannya secara “bergerilya”, salah satunya lewat internet. Kini, pendiri milis pecinta kuliner ini telah menjadi foodpreneur sukses.

Berbisnis karena hobi memang sudah populer semenjak sepuluh tahun belakangan. Bisnis ini, selain mendatangkan keuntungan, sudah tentu mendatangkan kepuasan hati. Maklumlah, Anda dibayar atas produk atau jasa yang sudah menjadi hobi Anda sehari-hari. Siapa yang bisa menolak? Tak heran kalau potensi hobinomics ini kian berkembang setiap tahunnya.

Salah satunya adalah Fatmah Bahalwan, pemilik Natural Catering dan milis pecinta kuliner Natural Cooking Club (NCC).

Semula, perempuan berhobi memasak ini sering membawa kue-kue ke kantor, dan menjajakannya kepada para kolega. Meskipun dirinya saat itu bekerja sebagai Sekretaris Eksekutif di Bank Muamalat, tidak mengurangi kegigihan Fatmah untuk mencari tambahan uang. Awalnya, Fatmah menjual sepuluh potong kue seharga Rp1.000 yang dibuatnya sepulang bekerja.

Ia berani melakukan bisnis sampingan setelah membaca tren brownies, yang sempat booming saat itu. Alhasil, ia membuat berloyang-loyang brownies. “Saya juga membuat cake tape dan banana cake yang saya tawarkan ke teman kantor saya,” kata Fatmah.

Hingga pada suatu titik, Fatmah memutuskan untuk berpindah kuadran. “Semangatnya saya ingin lebih baik dan kualitas hidup saya tidak menurun karena adanya krisis moneter,” dalih dia.

Bergerilya Menjajakan Kue

Dari sepuluh biji kue itulah yang menjadi cikal bakal niatan Fatmah menjadi seorang entrepreneur. Semangat yang tinggi atas kualitas hidup yang lebih baik membuat Fatmah percaya diri. “Prinsip saya, minggu ini laku empat loyang. Minggu depan harus laku delapan loyang. Minggu depannya lagi harus laku enam belas loyang, tiga puluh dua loyang, enam puluh empat hingga akhirnya bisa menjadi ratusan loyang,” kata wanita yang dibesarkan di Wonosobo dan Brebes ini.

Namun, biasanya pilihan untuk terjun berbisnis tidak pernah mudah dan selalu terhadang kendala. Demikian juga dengan Fatmah, dengan pekerjaannya sebagai seorang Sekretaris Eksekutif yang berada di ruangan khusus membuatnya kesulitan untuk menawarkan produknya kepada rekan-rekan sekantornya. “Teman-teman saya mau ke ruangan saya takut. Takut dan segan sama bos saya,” katanya tergelak.

Tidak kurang akal, Fatmah akhirnya memilih untuk memanfaatkan internet sebagai sarana mempromosikan dagangannya. Dan ternyata, pilihannya terbukti ampuh. Pesanan melalui internet perlahan mulai berdatangan. Wanita berusia 47 tahun ini pun menikmati berada dalam kuadran ganda, dimana selain bekerja sebagai karyawan, dirinya juga menjalani wirausaha. “Pagi sampai sore saya bekerja, dan sepulang kantor saya masih melanjutkan pekerjaan dengan membuat kue,” papar ibu tiga anak ini.

Akhirnya, Fatmah pun dikenal dan identik dengan kue di mata rekan kantornya. Tapi justru hal itu mengantarkan Fatmah pada peluang bagi bisnis barunya. “Saya mulai dipercaya menyediakan coffe break untuk acara internal di kantor,” katanya menerawang. Selanjutnya, puas dengan pelayanan yang diberikan oleh Fatmah, pesanan untuk coffe break pun kian mengalir lancar. Sudah bisa ditebak, keuangan Fatmah pun kian membaik karena mendapat tambahan sumber keuangan yang lumayan jumlahnya.

Belum lagi ditambah order yang berasal dari internet. Maklum saja, Fatmah terhitung rajin masuk ke komunitas di dunia maya. Berkah semakin Fatmah rasakan saat memasuki bulan puasa, dimana pesanan mengalir terus bak air bah. Akibatnya, tenaga wanita lulusan Akademi Sekretaris dan Manajemen Indonesia ini pun terkuras dan membuatnya berpikir untuk memilih antara terus bekerja di kantor atau menjalankan usaha.

Menciptakan ‘Bakul Kuliner’

Butuh waktu satu tahun untuk Fatmah berpikir, hingga akhirnya pada 2004 dirinya memilih untuk mengundurkan diri dari kantor dan memutuskan menjadi seorang entrepreneur. Berbekal pesangon Rp50 juta, yang dipergunakan sebagai modal membeli peralatan sekaligus membangun rumahnya yang sekarang.

Saat Fatmah yakin atas keputusannya untuk menjadi full time entrepreneur. Cobaan datang menerpa. Selain dirinya merasa kehilangan rutinitas kerja kantoran, dirinya juga mengalami kejadian tidak mengenakkan. ”Order menu buka puasa selama satu bulan, baru berjalan dua hari tiba-tiba dibatalkan. Padahal saya sudah telanjur membeli beragam bahan. Tiga bulan pertama merupakan periode terberat bagi saya,” papar istri Wisnu Ali Martono ini.

Tak ingin membuang waktu lama bersedih, Fatmah pun terus bangkit. Prinsipnya, bahwa dirinya harus fokus terhadap bisnisnya yang masih balita ini dan mencoba memahami bahwa ini merupakan ujian atas pilihan yang sudah dijatuhkannya. Beruntung, suami Fatmah pun terus memberikan dukungan terhadap Fatmah. Pelan tapi pasti, bisnis Fatmah pun terus berkembang hingga akhirnya saking aktifnya Fatmah di komunitas dunia maya, membuat Fatmah memiliki ide membuat milis pecinta kuliner.

Pada 2005, Fatmah mendirikan komunitas sesama pecinta kuliner dan pehobi memasak di dunia maya yaitu milis Natural Cooking Club (NCC). Selain berbagi resep, ternyata Fatmah memiliki alasan lain mendirikan milis ini. Kata dia, NCC didirikan untuk mendapatkan pasar, terutama kursus memasak. Ya, wajar saja, jam terbang Fatmah di bidang masak memasak memang sudah terbukti. Jadi tidak heran kalau pada akhirnya, Fatmah justru ingin membagi keahliannya kepada khalayak dengan membuka kursus memasak.

Fatmah mengelola milis ini dengan sangat baik. Caranya, dengan mengadakan berbagai kegiatan mulai dari kursus sampai dengan kopi darat antar anggota hingga ke saling tukar kekayaan menu. Membernya pun berkembang dan kini sudah ada lebih dari 8.000 member. Banyaknya member milis yang ingin belajar memasak ditangkap sebagai peluang bisnis dan akhirnya kini Fatmah lebih banyak berkecimpung dalam kursus memasak.

Tidak diduga, karena milis NCC yang didirikannya ini justru menulari virus entrepreneurship kepada para member. Tak sedikit dari mantan murid dan anak didiknya yang akhirnya memutuskan untuk menjadi pengusaha kuliner setelah mengikuti berbagai kursus yang digelar oleh NCC. Fatmah menyebutnya dengan ‘bakul kuliner’.

Bukankah dengan demikian menambah saingan? Fatmah menanggapi dengan santai. ”Saya justru senang kalau orang lain berhasil karena saya. Saya tidak perlu takut, rezeki sudah ada yang mengatur. Lagipula, sekarang saya lebih enjoy menjadi pengajar,” katanya, enteng.

Kini, Fatmah boleh tersenyum lega. Bisnis yang dirintisnya mulai menampakkan hasil. Setiap bulannya Natural Catering mampu mendatangkan omzet sekitar Rp80 juta. Belum lagi ditambah dengan berbagai kursus yang digelarnya setiap hari dalam satu bulan. Biaya per kursus antara Rp250.000 hingga Rp3 juta dengan maksimal peserta 30 orang.

Selain hasil secara material, Fatmah juga merasa bangga karena berhasil mencetak para foodpreneur baru. Fatmah pun kini semakin fokus dan berkonsentrasi untuk membesarkan NCC dibandingkan Natural Catering yang dimilikinya. Targetnya, 20% income berasal dari katering dan sisanya berasal dari kursus masak yang digelarnya.

Tak hanya mengandalkan katering dan kursus, Fatmah beserta rekan sesama milis pun sudah menelurkan beberapa buku resep masakan. Ya, rupanya kebahagiaan Fatmah menjadi seorang wirausaha bukan melulu seputar keuntungan finansial belaka, tapi juga persoalan kepuasan hati. Setuju! $$$ MDU (KONTRIBUTOR)

Natural Catering/Natural Cooking Club (NCC)
Jl. Matraman Dalam III No.11
RT. 09/RW. 07 Jakarta
Telp : 021 – 392 17 79
http://www.ncc-indonesia.com
(As published on Majalah DUIT! ed 8/Agustus 2011)

 
Leave a comment

Posted by on August 7, 2012 in Smartpreneur

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: