RSS

Rindu Keriuhan Balap Karung…

09 Aug

Artikel di blog ini ditulis pada 9 Agustus 2012. Delapan hari menuju peringatan Kemerdekaan RI yang jatuh tiap 17 Agustus. Tapi, ketika saya menulis blog ini, kantor dan kosan saya pun tak mengibarkan bendera merah putih. Pun tanpa riuh rendah lomba-lomba 17an. Rasanya, ini peringatan 17-an paling sepi.  Apa mungkin karena bertepatan ama Ramadan ya? Jadi, orang agak mikir juga untuk ngadain lomba makan krupuk sore-sore. Kalau dibikin malem, ntar dibilang dosa karena meninggalkan salat Tarawih. Padahal, belum tentu juga pada ke mesjid, bisa aja ke mal, beli baju lebaran… #eh

Beberapa orang mungkin akan menganggap saya naif, “Halah, segitunya sih ama 17-an.” Biar saja. Menurut saya itu adalah cara saya mengenang dan berterima kasih kepada pahlawan yang sudah rela mengorbankan nyawa demi negara ini. Soal negeri yang kini carut marut dan penuh korup, itu soal lain.

Nostalgia. Ritual. Seremoni. Apapun itu sebutanya. Menjelang Idul Fitri orang akan sibuk membeli baju baru, menukarkan uang kecil, mudik, dan sebagainya. Itu tidak berkaitan secara langsung dengan peringatan Hari Raya tersebut, tapi orang beramai-ramai dan suka rela melakukannya. Jadi, boleh dong menjelang 17 Agustus orang sibuk mengecat gapura, mengadakan lomba makan krupuk, balap karung, panjat pinang, memasukkan paku dalam botol, dan sebagainya. Toh, masyarakat AS juga berbondong-bondong ke lapangan untuk masak barbeque atau menyalakan kembang api saat peringatan hari kemerdekaannya, 4th July.

Indonesia merupakan negeri yang majemuk. Saking banyaknya penduduk, pendapat mengenai kemerdekaan Indonesia, bendera merah putih, dan lomba-lomba 17-an juga beragam. Tapi, yang muncul di media biasanya mereka yang menentang. Satu pihak berkata, tak perlu hormat bendera, karena itu tak diajarkan oleh agama. Pihak lain berkata, ah yang wajib hormat bendera kan tentara, saya kan warga sipil jadi suka-suka dong mau hormat atau enggak. Pihak yang lain lagi berkata bendera kan benda mati, rempong banget sih nek pake dihormati, apalagi pakai upacara lama-lama, kulit bisa jadi gelap. Dan seterusnya.. dan seterusnya.. dan seterusnya..

Sementara suara mereka yang masih menghargai adanya hal-hal itu, justru jarang (atau tidak mau) didengar. Coba deh kita dengarkan pendapat para veteran. Bagaimana sedihnya mereka ketika hasil kerja keras mereka di masa lalu, untuk menyelamatkan bendera merah putih agar selalu berkibar, ternyata kini tidak dihargai. Rasa syukur atas kemerdekaan mulai luntur, seperti pudarnya warna merah di bendera pusaka yang kini tak pernah lagi dikibarkan.

Saya melihat makna 17 Agustus sebagai hari kemerdekaan semakin hari semakin bias dan hambar, terutama kalau dikaitkan dengan berbagai persoalan yang membelit negeri ini. Ketika mengucapkan kata “Merdeka!” pun – yang seharusnya diserukan dengan lantang – kini justru diucapkan secara lipsinc, seperti yang dilakukan artis-artis ababil yang sering muncul di acara musik di pagi hari itu.

Memang, mengisi dan memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia tak harus dengan lomba-lomba 17 Agustusan. Bisa juga dilakukan dengan cara mengharumkan nama negara (sok puitis banget ya?), seperti memenangi medali di olimpiade, menjadi wakil negara di organisasi internasional, ikut dalam misi internasional ke bulan, dan seterusnya. Terlihat muluk? Mungkin. Jadi, mengapa kita tidak melakukan hal yang sepele saja? Yang remeh temeh tapi selalu diingat ketika kita berada jauh dari negeri Ibu Pertiwi.

Siapa sih yang tak merindukan keriuhan penonton saat ada peserta lomba balap karung terguling? Atau bagaimana histerisnya kita ketika melihat pemanjat pinang yang sudah tinggal sedikit lagi menyentuh hadiah tapi harus melorot. Atau mulut kita yang ikutan menganga saat melihat peserta lomba makan krupuk. Ya, ini hanya soal ritual. Tapi, apa salahnya ini menjadi salah satu identitas ke-Indonesia-an kita?

 
Leave a comment

Posted by on August 9, 2012 in Random Thought

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: