RSS

5 Aturan Dasar Naik Kereta Ekonomi

15 Nov

Dulu saya ketakutan setengah mati kalau disuruh naik KRL ekonomi. Udah gak pake AC, penumpangnya sampe tumpe-tumpe [jupe mode_on], banyak copet, dan seorang kawan saya mati didorong copet keluar dari kereta. Saya harus mikir 1.000 kali untuk menaiki kereta subsidi pemerintah itu. Gimana gak disubsidi, perjalanan dari Bogor sampe Jakarta cuma Rp2.000! Hare gene mana ada transportasi murah meriah antar kota antar propinsi?

Setelah jadi roker dan mengerti beberapa aturan dasar-dasar keselamatan KRL Ekonomi, saya mulai berani naik kereta sejuta umat itu. Memang, ada beberapa peraturan yang harus dipahami penumpang awam sebelum uji nyali naik kereta ekonomi di jam-jam sibuk. Aturan pertama dan utama adalah selalu waspada terhadap copet yang kita nggak tahu ada di mana. Biasanya copet ambil posisi di dekat pintu. Sebisa mungkin begitu masuk langsung meringsek ke dalam, apapun yang terjadi, dorong orang depan sampe dia ngomel dan melototin pun sah-sah aja. Mending dipelototin daripada HP dan dompet melayang bukan?

Aturan kedua, jangan berpenampilan mencolok. Itu cincin berlian ama gelang emas ronceng mending dicopot dulu deh.. Saya selalu sedia tas kain buluk ke mana pun pergi. Kalau kepepet naik kereta ekonomi dan kebetulan pake tas mahal yang harganya jutaan rupiah (halah!), saya selalu masukin tas mahal itu ke dalam tas buluk. Nenteng tas buluk terasa lebih aman. Toh di dalam kereta ekonomi gak ada paparazi yang bakal masukin foto kita ke majalah Indonesia Tatler. Lagian itu fotografer niat amat sampe nguntit ke kereta ekonomi sambil bawa-bawa kamera, padahal ngliat kaki sendiri aja gak bisa hehehehe.. Kalau bawa ransel taruh di depan badan. Ini bukan MRT Singapura, bung!

Aturan ketiga, fleksibelkan badan untuk meliuk ke kanan-kiri-depan pas tukang jualan lewat. Harap diingat di kereta ekonomi yang namanya tukang jualan dan pengamen itu tetep berkeliaran. Gak peduli kereta super penuh, sampe penumpangnya berasa jadi pepes pun mereka tetap berbisnis. Ada yang jual buah-buahan, minuman dingin (lengkap dengan boks pendingin yang ada esnya), makanan, kartu perdana selular, kamus Indonesia-English-Indonesia, mainan anak-anak, sampe DVD lagu-lagu Islami (sayangnya saya belum nemu yang jualan DVD porno di atas kereta hehehe..). Naluri kewirausahaan yang patut diacungi empat jempol.

Aturan keempat, apapun yang terjadi anggep aja itu adalah perjalanan yang menyenangkan. Tetaplah tegar meski bau ketek penumpang sebelah lebih ampuh untuk melumpuhkan diri ketimbang amoniak yang disemprot ke sapu tangan (kok jadi inget adegan film-film spionase jadul ya?). Begitu pula pas kaki keinjek atau badan dipres dari kiri-kanan — anggep aja itu treatment pelangsingan tubuh murah meriah.

Aturan kelima, jangan sekalipun angkat telepon atau balas SMS apalagi BBM. Udah tau kereta isinya banyak copet masih juga pamer smartphone? Nantang maut itu mah.. Mending diomelin klien atau pakbos ketimbang kehilangan data-data penting. Kalaupun apesnya kena todong gerombolan copet yang terkutuk, pasrah aja (naudzubillahimindzalik, ketok meja tiga kali). Jangan melawan. Seorang kawan harus meregang nyawa gara-gara dia mempertahankan ponselnya.

Saran saya jangan lupa banyak baca doa kalau harus naik kereta ekonomi dan jangan tunjukkan wajah ragu-ragu. Inget, copet bisa baca wajah penumpang mana yang kira-kira gampang dijadikan mangsa. Tapi, apapun itu naik kereta ekonomi itu fun! Bule aja berani hehehehe..

 
Leave a comment

Posted by on November 15, 2012 in How to..

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: