RSS

Nonton 5 cm Sebelum Filmnya Mulur…

10 Jan

Image“Iki film opo toh?” Begitu batin saya setiap kali naik taksi. Jangan heran dulu. Sebab, poster film 5 cm dipasang di dalam taksi, tepatnya di depan kursi penumpang. Mau gak mau mata penumpang bakal mantengin poster film itu sepanjang perjalanan. Kalo kejebak macet berjam-jam ya nikmatilah poster itu berjam-jam lamanya.

“Poster yang aneh..” Lagi-lagi saya merutuki gambar poster. Gimana enggak, gambar posternya cuma enam remaja tanggung lagi naik gunung. Mau nyaingin film dokumenter National Geographic gituh? Tapi kok pemainnya standar FTV, Herjunot Ali? Fedi Nuril bolehlah diliat, ganteng. Lha Saykoji? Langsung kebayang goyangan gejenya di video klip dan iklan provider selular yang dibintanginya. Makin ilfil pas baca tulisan “Ram Soraya mempersembahkan.. dari produser Sunil Soraya…” Waduh!

Tapi, pas baca baca berita yang mengabarkan kalau film itu udah ditonton sejuta orang.. mhm, well, let’s try to see the movie. Tanpa ekspektasi setinggi Gunung Mahameru, saya pun nonton film itu. Mari kita lihat film yang disutradarai Rizal Mantovani. Satu-satunya nama, yang menurut saya, bisa jadi penjamin mutu.

Ternyata, filmnya lumayan keren. Entertaining movie. Dialognya mengalir dan ringan. Paling suka kalau si Juple yang sok puitis itu lagi ngomong. Gombalisasi banget. Sinematografinya bagus (ya iyya lah, sutradarane sopo). Sejenak lupakan hal-hal teknis pendakian yang kadang kurang bisa dinalar. Namanya juga film.

Disamping gambar yang layak dikasih jempol, quotation di film itu juga layak dikasih jempol. Contohnya, “Mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu, apa yang kau kejar, biarkan ia menggantung, mengambang 5 cm di depan kening kamu. Jadi dia nggak akan lepas dari mata kamu.” Oh, jadi ini toh alasan Donny Dhirgantoro ngasih judul bukunya (yang kemudian difilmkan) 5 cm.

Apapun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalau kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak akan menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh. Bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat.

Biarkan keyakinan kamu 5 cm mengambang di depan kening kamu. Dan, sehabis itu, yang kamu perlu cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa… Damn, that’s such a good quote!

Dan ketika enam tokoh sentral dalam film itu berhasil sampai di puncak Mahameru tepat pada 17 Agustus, mengibarkan bendera merah putih, berdiri takzim di depan sang saka dengan belasan pendaki lainnya, serta lagu Tanah Air berkumandang, scene itu berhasil bikin saya merinding.

Harus diakui, film itu bikin saya makin cinta Tanah Air. Sebodo teuing kalo orang bilang saya penonton naif yang mudah dicuci otak gara-gara sebuah film. Hey, kita tinggal di atas tanahnya, minum airnya, masa kita gak cinta Indonesia? Kalimat yang diucapkan sangat enteng di film itu berhasil membuat saya mengangguk setuju, “Ho-oh!”

 
Leave a comment

Posted by on January 10, 2013 in Random Thought

 

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: