RSS

Google Street Vehicles: 1001 Cara Mengambil Gambar

07 Apr

Google-trekker
Untuk medan yang tak bisa dijangkau mobil, tim Google Street View memilih menggunakan sepeda roda tiga atau berjalan kaki demi mendapatkan foto terbaik.

Sekitar sepuluh mobil berwarna putih dengan bola aneh berwarna biru yang terpasang di atap, tengah berseliweran di jalanan Jakarta. Jangan heran, mobil “aneh” itu adalah Google Street View Car. Sejak akhir November silam, mobil putih dengan pintu hijau itu memang dirancang khusus untuk merekam foto kondisi dan panorama kota.

Untuk sementara, Jakarta menjadi kota pertama di Indonesia yang akan direkam. Selanjutnya, puluhan mobil Google Street View akan merekam kota-kota lain dan daerah terpencil di sebagian wilayah Indonesia. “Proyek Google Street View akan dimulai dari Jakarta dan segera dilanjutkan ke kota-kota lain,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, saat meresmikan beroperasinya layanan Street View di Tanah Air. Indonesia merupakan negara ke-45 yang disambangi Street View dari Google.

Menurut Andrew McGlinchey, Product Manager Google, pihaknya menurunkan lebih dari 10 mobil, yang dilengkapi kamera yang sanggup berputar 360 derajat, untuk merampungkan kegiatan pengambilan foto untuk proyek Street View. Kegiatan ini membutuhkan waktu berbulan-bulan.

Setelah foto-foto dikumpulkan, pihak Google akan mengelola dan mengunggahnya ke layanan Google Street View. Setelah semua selesai, pengguna dapat “berjalan-jalan” secara virtual keliling Jakarta, mulai 2013. Andrew mengaku kendala terberat yang akan dihadapi adalah kemacetan Jakarta.

Versi Sepeda Roda Tiga

Namun, selain mobil, Google ternyata amat fleksibel memilih kendaraan untuk merekam foto. Di sejumlah negara, bila mobil tak sanggup mengambil gambar di wilayah tertentu, misalnya kawasan pejalan kaki atau jalan-jalan sempit, mereka menggunakan Google Trikes. Sepeda roda tiga.

Bila harus mengambil foto panorama resor ski di lereng gunung bersalju, Google menggunakan kendaraan salju (snowmobile). Namun, apapun kendaraan yang dipilih, semua akan dipasangi kamera yang mampu berputar 360 derajat.

Atau bila harus mengambil foto panorama di puncak gunung yang tak bisa dijangkau kendaraan apapun, tim proyek Google Street View akan memanggul kamera yang dipasang di ransel.

Meski menggunakan moda transportasi yang berbeda, tiap moda dilengkapi sembilan kamera (yang berada dalam satu bola besar). Kamera tersebut dijaga tetap berada sekitar 2,5 meter dari permukaan tanah atau jalan. Selain itu, setiap moda Street View dilengkapi GPS untuk menentukan posisi dan tiga laser scanner. Ketiga alat ini untuk merekam gambar agar hasil Street View dapat ditampilkan dalam versi tiga dimensi (3D) dengan perspektif animasi.

Selain kamera, GPS, dan laser scanner, kendaraan Street View juga dilengkapi antena 3G/GSM/Wi-Fi untuk memindai area hotspot. Piranti terakhir inilah yang kemudian banyak menuai protes di sejumlah negara karena alasan keamanan dan privasi. Di negara-negara tersebut, Google mencopot antena demi permintaan pemerintah setempat terkait perlindungan privasi. $$$ ARI WINDYANINGRUM

 

PERALATAN YANG DITANAM DI GOOGLE STREET VEHICLES

  1. Kamera. Di dalam satu bola besar terdapat sembilan kamera kecil yang mampu berputar 360 derajat. Kamera ini harus berada sekitar 2,5 meter dari atas tanah, tak peduli bola kamera tersebut dipasang di mobil, sepeda roda tiga, atau ransel tim Google Trekker.
  2. Global Positioning System (GPS). Tim Google Street View akan mentransmisikan sinyal dari perangkat GPS ke satelit dan sebaliknya. Perangkat GPS mengirimkan informasi mengenai lintang, bujur, dan ketinggian mengenai sebuah lokasi tertentu.
  3. Laser Scanner. Alat pindai ini untuk merekam gambar agar hasil Street View dapat ditampilkan dalam versi tiga dimensi (3D) dengan perspektif animasi.
  4. Antena 3G/GSM/Wi-Fi. Antena yang terpasang di kendaraan Google Street View mampu memindai area hotspot. Lebih jauh, alat ini ternyata mampu mengambil data dari jaringan yang tidak aman. Otoritas keamanan di sejumlah negara melarang Google menggunakan antena ini demi perlindungan privasi dan keamanan.

 

(As published on majalah OPTIMIZer ed 01/Maret 2013)

 
Leave a comment

Posted by on April 7, 2013 in Smartpreneur

 

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: