RSS

Google Street View Dilarang Berkeliaran di Beberapa Kota

07 Apr

ImageSejumlah negara hanya membolehkan Google StreetView melayani kota-kota tertentu. Sebagian lain memilih menawarkan Museum View atau Ski Resor View.

Bagi orang Indonesia, museum bukan tujuan wisata utama. Banyak yang berpikir apa asyiknya mengunjungi museum yang hanya memajang barang-barang antik peninggalan sejarah. Tapi, ternyata di luar negeri, museum merupakan salah satu tujuan wisata yang diburu turis. Lihat saja bagaimana Museum Louvre di Paris, Perancis yang selalu kebanjiran pengunjung.

Dari kaca mata Google Inc., ini merupakan potensi tersendiri. Alhasil, mereka menawarkan Google Art Project, semacam Google Street View untuk museum (Museum View). Intinya sama, Google mengajak pengguna untuk berjalan-jalan menyusuri museum, menikmati harta karun dari masa lalu.

Beberapa museum yang sudah masuk list Museum View antara lain Museum Van Gogh di Amsterdam, Museum Louvre di Paris, Museum Seni Metropolitan di New York, Museum Reina Sofia di Madrid, hingga Museum Nasional Irak di Baghdad. Pengguna bisa menikmati lebih dari 1.000 karya seni dari 400 artis.

Tak hanya itu, Google memberikan akses luar biasa bagi pengguna untuk menikmati karya seni sampai ke detil, hingga ukuran mikroskopis. Menggunakan aplikasi Picasa, pelanggan bisa mengeksplorasi lukisan hingga ke penekanan kuas (brushstrokes).

Irak merupakan negara Timur Tengah pertama yang membuka akses Google Street View, meski terbatas untuk berjalan-jalan di dalam museum. Negeri 1001 malam itu bergabung dengan Google Art Project alias Google Museum View sejak 2011.

Baru setahun kemudian Israel, negara kedua di kawasan Timur Tengah, membuka pintu lebih lebar bagi Google Street View untuk panorama jalan. Di negara ini, mobil-mobil Google Street View diperbolehkan mengambil foto jalan dan panorama kota.

Objek Wisata Favorit

Tak semua negara memberikan akses 100% bagi proyek Google Street View untuk mengambil foto panorama wilayah di dalam kedaulatan negaranya. Bahkan, Amerika Serikat, yang dianggap negara paling demokratis sejagat sekaligus negara tempat berpusatnya Google pun, tidak memberikan ijin kepada perusahaan itu untuk mengambil foto di beberapa wilayahnya.

Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat dan Pentagon mendesak Google untuk membatalkan peluncuran Google Street View untuk wilayah Washington D.C dan sekitarnya. Pihak berwenang meminta perusahaan yang didirikan oleh Larry Page dan Sergei Brin ini menghapus foto-foto di basis militer maupun wilayah tertentu yang memiliki tingkat keamanan ketat (restricted area).

Jerman pun hanya membolehkan proyek Google Street View melayani 10 kota utama di negara tersebut. Selain Berlin, Google Street View di Jerman hanya boleh merekam foto jalan dan panorama München, Hamburg, Düsseldorf, Hannover, Koln, Essen, Dortmund, Dresden, dan Leipzig. Sisanya, tidak diperbolehkan.

Nama besar Google ternyata bukan jaminan ketika berhadapan dengan hukum dan perundangan di negara tujuan. Di Kanada, misalnya, tim Google Street View sudah mulai mengambil gambar Montreal sejak September 2007, hanya berselang empat bulan setelah Street View dirilis. Akan tetapi, foto panorama pertama ibukota negara tersebut baru bisa dinikmati publik dua tahun berikutnya, tepatnya pada 7 Oktober 2009. Penundaan ini berkaitan dengan Undang-Undang Privasi (privacy law) yang digadang pemerintah Kanada.

Setidaknya, ada tiga tempat terlarang bagi kamera Google, yaitu Labrador, Gaspe Peninsula, dan Fort McMurray, Alberta. Sebaliknya, pemerintah Kanada memberikan akses penuh untuk tujuan wisata andalan negara tersebut, di antaranya resor ski di Whistler Blackcomb dan wilayah paling utara Kanada: Prudhoe Bay, Alaska.

Objek wisata memang area yang relatif aman untuk dibuka kepada seluruh dunia. Bahkan Mari Elka Pangestu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menegaskan hanya ada 16 wilayah Indonesia yang terbuka untuk proyek Google Street View. Wilayah tersebut adalah kota-kota besar di negeri ini dan destinasi wisata unggulan.

Untuk urusan destinasi wisata, pemerintah Australia amat kreatif. Salah satu negara yang tergabung dengan Google Street View di tahap awal ini menawarkan proyek Seaview. Mereka meminta Google mendokumentasikan dan mempublikasikan 360 panorama bawah laut di wilayah negaranya. Proyek Seaview telah dimulai September 2012 dan diharapkan dapat dirilis Februari 2013.

Dari puluhan negara di dunia yang tergabung dalam proyek Google Street View, hanya Belanda yang memberikan akses 100% di seluruh wilayah kedaulatannya. Per Juni 2012, tim Google Street View telah menyusuri 5 juta kilometer jalanan di 3.000 kota dunia. Tentu saja, angka ini akan terus bertambah seiring berjalannya waktu. $$$ ARI WINDYANINGRUM 

 

(As published on majalah OPTIMIZer ed 01/Maret 2013)

 

 

 
Leave a comment

Posted by on April 7, 2013 in Smartpreneur

 

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: