RSS

Perlindungan Privasi Google Street View

07 Apr

ImageSejumlah negara meminta Google memperbaiki perlindungan privasi pada proyek Street View, termasuk menghapus foto yang tidak sepatutnya menjadi konsumsi publik.

Peluncuran Google Street View sempat menyisakan kegelisahan tersendiri bagi masyarakat, yakni masalah privasi. Sejak diluncurkan pada 2007, semua informasi yang ditangkap kamera mobil Street View ditampilkan tanpa izin (consent) sang pemilik.

Semula, Google menampilkan seluruh informasi yang tertangkap kamera mobil Street View, mulai mulai pelat kendaraan bermotor, nomor rumah, atau berbagai hal yang bukan untuk konsumsi publik, seperti berjemur tanpa menggunakan sehelai benang pun atau baru keluar dari klinik aborsi.

Google sempat mendapatkan protes dari pasangan suami istri Aaron dan Christin Boring dari Pittsburg, karena menjadikan foto rumah mereka tersebar secara online (meski tidak real time). Mereka berpendapat rumah yang semula dibeli untuk privasi keluarga menjadi konsumsi publik.

Sementara itu, Google membatalkan peluncuran Google Street View untuk wilayah Washington D.C dan sekitarnya karena alasan keamanan. Sebelumnya, pihak Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat dan Pentagon mendesak Google untuk membatalkan peluncuran dan menghapus foto-foto basis militer maupun wilayah dengan tingkat keamanan ketat (restricted area).

Google pun mendapatkan sandungan di Selandia Baru, Hongkong, dan Korea Selatan. Setelah pihak berwenang melakukan investigasi, mereka menduga mobil Street View telah mengumpulkan data ilegal yang di-intercept di area jaringan Wi-Fi tidak aman (unencrypted Wi-Fi connection).

Antena yang terpasang di mobil Street View mengambil data-data yang terpancar melalui hotspot Wi-Fi (yang biasanya tak dilengkapi password dan enkripsi). Pihak berwenang menemukan fakta bahwa mobil Street View mampu mengambil data MAC address, SSID jaringan, bahkan data-data pribadi seperti alamat, isi, dan password e-mail, yang kebetulan “berlalu-lalang” di jalur tidak aman.

Situs Electronic Privacy Information Center (EPIC) mengkompilasi berbagai investigasi yang berkaitan dengan Google Street View. Beberapa kasus sempat dibawa ke pengadilan mengenai kasus pelanggaran privasi. Hasil putusan pengadilan mengharuskan Google berkompromi dengan peraturan negara setempat.

Menyikapi hal-hal tersebut, Google akhirnya memperbaiki fitur perlindungan privasi dan membolehkan pengguna melaporkan gambar yang tak pantas untuk dihapus. Google pun berjanji akan memperbaiki urusan privasi, melepaskan peralatan yang berkaitan dengan jaringan nirkabel, dan tidak akan menayangkan data foto Street View secara real time.

Di Indonesia, Andrew McGlinchey, Product Manager Google menjanjikan adanya jaminan perlindungan privasi. Ketika peresmian layanan Google Street View, di Epicentrum Walk, November lalu, Andrew memaparkan empat hal penting seputar perlindungan privasi. Pertama, foto yang terekam kamera Street View diambil di tempat-tempat umum. Kedua, foto dan data yang diunggah tidak bersifat real time.

Ketiga, untuk alasan keamanan dan privasi, wajah orang dan pelat nomor kendaraan yang terekam dalam kamera Street View akan diburamkan. Keempat, Google memiliki kewenangan untuk menghapus foto jika dianggap melanggar privasi seseorang, perusahaan, maupun pemerintahan setempat.

Andrew menuturkan pihaknya membutuhkan beberapa bulan untuk mengambil foto panorama yang nantinya akan dimasukkan ke data Street View, sebelum mengunggahnya pada 2013. “Kami memiliki lebih dari 10 mobil yang dilengkapi kamera 360 derajat untuk mengambil foto,” kata dia.

Untuk sementara waktu, Jakarta menjadi kota pertama yang didata. Ke depan, mobil Street View akan menjelajah kota-kota lain dan daerah terpencil di sebagian wilayah Indonesia. Data foto akan diperbarui tiap satu hingga dua tahun sekali, yang memungkinkan Google melakukan revisi atau menghapus foto secara berkala. $$$ ARI WINDYANINGRUM 

 

4 JAMINAN PRIVASI

  1. Kamera yang dipasang di atap mobil Google Street View hanya mengambil gambar di tempat-tempat umum.
  2. Data dan foto yang diunggah di layanan Google Street View tidak bersifat real time.
  3. Google akan memburamkan pelat nomor kendaraan dan wajah orang yang terekam dalam kamera Street View.
  4. Google memiliki kewenangan untuk menghapus foto jika dianggap telah melanggar privasi seseorang, perusahaan, maupun pemerintah.

(As published on majalah OPTIMIZer ed 01/Maret 2013)

 
Leave a comment

Posted by on April 7, 2013 in Smartpreneur

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: