RSS

Monthly Archives: June 2013

Menghalau Galau di Tepi Danau

Hamburg-alster-duskSudah hampir tengah malam di Jakarta ketika saya menerima sambungan telepon dari seorang sahabat di negeri seberang. Dia bilang sedang nongkrong di tepi danau Alster, Hamburg sepulang kantor sebelum kembali ke rumah. Sendirian. Just enjoy the summer time, dia bilang begitu. Sekalian menghalau galau di tepi danau. Hayah! Ini mah sama dengan kebiasaan saya menghalau galau di tepi danau UI.

Seorang sepupu merasa aneh melihat kelakuan saya yang senang menyendiri. Nongkrong sendirian, nonton bioskop sendirian, traveling sendirian. Apa enaknya? Hm, saya bukan kuper. Saya bisa berbicara dengan baik di depan ratusan orang tanpa keder. Saya pernah memimpin organisasi dengan puluhan anggota. Saya nggak ada masalah dengan interaksi dengan khalayak ramai.

Namun, ada kalanya saya ingin sendirian dan butuh kesendirian. Jauh dari ingar bingar atau justru berdiri sendiri di tengah ingar bingar. Nyaman. Nggak ada yang tanya, abis ini lakonnya mati apa enggak. Nggak ada yang menyalahkan kalo tiba-tiba nyasar karena gak bawa GPS. Nggak ada yang ngrecokin. Menurut saya solitude is the soul’s holiday. Memanjakan jiwa.

Menyendiri bukan berarti dalam kondisi kesepian. Itu dua hal berbeda – antara sengaja sendirian dan tak sengaja (alias terpaksa) sendirian. Menarik diri dari kerumunan sama halnya menciptakan zona ruang dan waktu mampat dari tekanan luar. Seperti semacam inkubator jiwa.

Menyendiri bukan berarti hanya bengong sendirian di pojokan. Kalo begini mah ati-ati kesambit setan lewat. Menyendiri berarti memberikan kesempatan bagi diri kita untuk menikmati kehidupan, mengamati kehidupan, dan berkomunikasi dengan Sang Pemilik Kehidupan. Dan, seringkali, ketika menyendiri tetiba kita bakal mendapatkan sebuah inspirasi, tentang apa saja…

“I have never found a companion that was so companionable as solitude.” (Henry David Thoreau)

 
5 Comments

Posted by on June 20, 2013 in Random Thought

 

Tags: , , , ,

Image

The Authors

waiting sunshine

We are the authors of our own destinies, the pioneers of our lives. And yet, our world is made of patterns. Eternal truths that appears and repeat, over and over, across the millennium. For it’s only by standing on the shoulders of the past that we can truly gaze into the future.

 
Leave a comment

Posted by on June 19, 2013 in Random Thought

 

Tags: , ,

Kawasan Prestisius

SCBD Baru saja saya menyelesaikan revisi terakhir untuk sebuah buku bertemakan investasi saham. Saya nggak mau dibilang keminter, soalnya saya sendiri orang awam soal investasi begitu-begitu itu. Saya cuma jadi co-writer. Penulis utamanya sih si Jere, kawan semasa kuliah yang memang ngupleknya di bidang itu. Saya cuma mastiin dan njagain biar buku ini enak dibaca dan laku. Lumayan dapet royalti hehehe..

Sebenernya saya cuma pengen melayangkan kenangan ke masa lalu. Saya pernah berkantor di kawasan prestisius bernama Sudirman Central Business Distric (SCBD), yang sering dibilang kawasan BEJ (bahkan sampai sekarang, meski gedungnya udah ganti nama jadi BEI alias Bursa Efek Indonesia).

Sayang, gedung tempat kerja saya udah dirubuhin dan sebagainya sudah berdiri sebuah apartemen mewah. Kelak nanti saya akan “pamer” ke anak-anak saya dengan bilang, “Mama dulu pernah kerja di situ, nak. Tapi gedungnya udah dirubuhin, sekarang udah ganti apartemen” #lebay.

Sebagai jurnalis, sedari dulu saya sering pulang malam, atas nama deadline yang terhormat. Saya selalu menikmati kerlip lampu di malam hari. Rasanya menyenangkan. Saya suka duduk berlama-lama di halte bus kawasan, kadang sambil makan siomay atau nasi goreng dengan kawan-kawan sesama reporter, sambil melihat gedung BEI dari kejauhan.

Waktu itu, cuma gedung BEI dan Artha Graha aja yang udah berdiri megah. Gedung Pacific Place mah baru berupa konstruksi yang dikelilingi pagar seng. Maklum, di era awal tahun 2000an, para pengusaha masih mikir-mikir untuk nerusin pembangunan sebagai imbas Krisis Moneter (krismon) yang melanda Indonesia, pada 1998 silam.

Sempat saya dan kawan-kawan sekantor berandai-andai untuk membeli gedung mangkrak (yang sekarang udah menjulang tinggi) itu lalu menyewakannya sebagai area permainan perang-perangan paint ball atau soft gun. Iseng banget kan?

It’s been a decade. Banyak yang sudah berubah di kawasan itu. Tapi, sampai sekarang saya masih suka iseng melewati kawasan itu meski hanya sekadar untuk menikmati kerlip lampu yang makin benderang..

“I often think that the night is more alive and more richly colored than the day.” (Vincent Van Gogh)

 
Leave a comment

Posted by on June 18, 2013 in Random Thought

 

Tags: , , , ,

Segelas Es Teh Manis

Image

Bagi sebagian orang, kebahagiaan itu hanya seukuran gelas es teh manis.Tidak muluk-muluk.

Segelas es teh manis akan terasa makin nikmat jika sebelumnya kita pernah merasakan ketidaknikmatan. Panas terik. Haus. Gak ada duit. Sebut saja segala penyebabnya.

Kenikmatan dan kebahagiaan akan nyata setelah kita melewati fase ketidaknikmatan dan ketidakbahagiaan. Kenikmatan dan kebahagiaan itu akan makin nyata ketika kita mampu bersyukur dan mengambil hikmah atas segala ketidakbahagiaan maupun kebahagiaan yang hadir dalam hidup.

Itu tandanya kita masih hidup.

“Be thankful for what you have; you’ll end up having more. If you concentrate on what you don’t have, you will never, ever have enough” (Oprah Winfrey)

 
Leave a comment

Posted by on June 11, 2013 in Random Thought

 

Tags: , ,

Selalu Tidak Pernah Ditemukan

what do humans want

Perempuan yang baik itu selalu sabar, selalu rajin, selalu sayang, selalu setia, selalu pengertian, selalu tampil cantik, dan selalu ada yang punya.

Lelaki yang baik itu tidak pernah marah, tidak pernah kasar, tidak pernah merokok, tidak pernah berbohong, tidak pernah selingkuh, dan tidak pernah ditemukan.

 
Leave a comment

Posted by on June 4, 2013 in Random Thought

 

Tags: ,