RSS

Menghalau Galau di Tepi Danau

20 Jun

Hamburg-alster-duskSudah hampir tengah malam di Jakarta ketika saya menerima sambungan telepon dari seorang sahabat di negeri seberang. Dia bilang sedang nongkrong di tepi danau Alster, Hamburg sepulang kantor sebelum kembali ke rumah. Sendirian. Just enjoy the summer time, dia bilang begitu. Sekalian menghalau galau di tepi danau. Hayah! Ini mah sama dengan kebiasaan saya menghalau galau di tepi danau UI.

Seorang sepupu merasa aneh melihat kelakuan saya yang senang menyendiri. Nongkrong sendirian, nonton bioskop sendirian, traveling sendirian. Apa enaknya? Hm, saya bukan kuper. Saya bisa berbicara dengan baik di depan ratusan orang tanpa keder. Saya pernah memimpin organisasi dengan puluhan anggota. Saya nggak ada masalah dengan interaksi dengan khalayak ramai.

Namun, ada kalanya saya ingin sendirian dan butuh kesendirian. Jauh dari ingar bingar atau justru berdiri sendiri di tengah ingar bingar. Nyaman. Nggak ada yang tanya, abis ini lakonnya mati apa enggak. Nggak ada yang menyalahkan kalo tiba-tiba nyasar karena gak bawa GPS. Nggak ada yang ngrecokin. Menurut saya solitude is the soul’s holiday. Memanjakan jiwa.

Menyendiri bukan berarti dalam kondisi kesepian. Itu dua hal berbeda – antara sengaja sendirian dan tak sengaja (alias terpaksa) sendirian. Menarik diri dari kerumunan sama halnya menciptakan zona ruang dan waktu mampat dari tekanan luar. Seperti semacam inkubator jiwa.

Menyendiri bukan berarti hanya bengong sendirian di pojokan. Kalo begini mah ati-ati kesambit setan lewat. Menyendiri berarti memberikan kesempatan bagi diri kita untuk menikmati kehidupan, mengamati kehidupan, dan berkomunikasi dengan Sang Pemilik Kehidupan. Dan, seringkali, ketika menyendiri tetiba kita bakal mendapatkan sebuah inspirasi, tentang apa saja…

“I have never found a companion that was so companionable as solitude.” (Henry David Thoreau)

 
5 Comments

Posted by on June 20, 2013 in Random Thought

 

Tags: , , , ,

5 responses to “Menghalau Galau di Tepi Danau

  1. Metha

    June 26, 2013 at 10:28 am

    Mba, tulisannya bagus😀
    *Yailaah, editor gitu loh*
    Sotoy..:p
    Salam kenal mbaa😉

     
  2. Metha

    June 26, 2013 at 10:39 am

    yailah->Ya iyalaah*Correction

     
  3. naningisme

    July 2, 2013 at 10:50 pm

    Hai Metha, salam kenal juga. Thanks pujiannya, mudah-mudahan helm tetep cukup dipake habis ini hehehehe..😉

     
  4. annisadanti

    August 21, 2013 at 10:28 am

    Hehehe…. tulisan yg bagussss🙂
    #HabisBacaJadiDiamManggutManggut😀

     
  5. naningisme

    September 4, 2013 at 2:15 pm

    Mb Nis: manggut-manggut banyak arti hehehehe..😀

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: