RSS

Bisnis Modulus Demi Fulus

06 Jul

Image

Saya masih ingat, saat baru mulai merantau di Jakarta, belum genap setahun bekerja, sudah menghadapi Lebaran — yang berarti harus mudik. Dengan gaji di bawah UMR, pada waktu itu, jelas sebuah masalah besar untuk membeli selembar tiket mudik ke kampung halaman.

Tak patah akal. I think it was because of the power of kepepet, semangat entrepreneurship saya mendadak menjulang tinggi. Mungkin mengalahkan Burj al Dubai tumpuk tujuh (Monas tumpuk tujuh? Lewaaaattt…). Setelah menyelesaikan liputan di kawasan Lapangan Banteng, dengan semangat ’45, saya berkeliling Pasar Senen. Dan, entah kenapa, saya bisa kepikiran untuk memulai bisnis dagang celana jins! Sampe sekarang aja masih heran..

Entah gimana ceritanya saya kepikiran untuk membawa satu tas kresek segede gaban berisi celana jins, celana press (model Lea permanent press gitu deh), dan celana cargo ke kantor, dua bulan sebelum Ramadhan. Dan, entah dituntun apa, saya bisa mengira-ngira dengan tepat si A bakal beli model ini dan warna ini, si B beli model itu dan warna itu. Semesta seakan-akan berkonspirasi untuk membantu saya.

Perhitungan saya cukup tepat. Saya memulai dagang tiga bulan sebelum Lebaran. Saya jualnya pake sistem kredit. Jelas bakal laris. Mana ada sih yang gak suka beli barang kreditan? Meski kulakannya di pasar, saya bisa dapet barang bagus. Tergantung milihnya aja sih hehehe… Dagangan saya sold out. Bahkan, harus berulang kali ke distributor (halah, bahasane.. bilang aja bakule) untuk mengambil barang lagi.

Di bulan Ramadhan, papi saya kebetulan sedang ada di Jakarta. Kalo gak salah sih waktu itu ada urusan pekerjaan. Dan, pas jadwal kosong, beliau saya ajak berkeliling Pasar Senen untuk mengambil dagangan tahap ke sekian, sekalian minta tolong bawain tas-tas kresek super gede itu hehehe..(anak durhaka!) Saya bilang, “Ini usaha biar bisa beli tiket mudik, pi.” Mungkin antara kasian dan bangga, papi saya yang mbayar sebagian dagangan. Lumayan.

Singkat cerita, saya bisa beli tiket mudik. Dua lembar tiket kereta eksekutif ada di tangan dan masih ada sisa keuntungan buat beli baju baru. Mantab dah pokoknya.

Tahun ini, saya mengulanginya kembali. Sekarang sih bukan dagang celana jins, tapi bisnis parsel. Bukan pula demi selembar tiket mudik, melainkan demi momentum dan mendapatkan tambahan penghasilan.

Bersama tetangga kamar, kami merintis bisnis parsel. Nggak bisa dibilang tanpa modal, karena kami masih harus membeli wadah dan pernak-pernik parsel dan mencetak katalog. Keuntungan sebagai wartawan, saya punya saudara dan kawan sepekerjaan yang bersedia meminjami kamera canggih, membantu memotret, dan mendesain katalog. Hampir semua tanpa bayar, kecuali proses cetak yang memang harus bayar (plus menghargai desainer karena hasil katalognya keren).

Untuk produk sample-nya pun kami nggak modal. Semua hasil minjem. Mulai minjem saudara, teman, sampai tetangga. Nggak pake malu. Modulus bae lah, modal dengkul mulus plus senyum manis. Nggak cuma itu, mereka yang barangnya kami pinjam itu sekalian kami nego untuk jadi reseller. Iming-imingnya komisi. Untungnya, mereka bersedia.

Pontang-panting! Tanpa mengantongi SIM, kami naik motor berkeliling Depok untuk mengambil pinjaman kamera dan produk-produk Tupperware yang akan dijadikan model pemotretan. Melihat kami berbocengan, menggembol barang segede gaban, dan memanggul ransel berisi kamera pinjaman, seorang sahabat berkata, “Kalian perempuan perkasa.” Heee.. kami cuma nyengir.

Perjuangan belum berakhir. Kami masih harus memasarkan, kulakan, menyusun, dan mengantarkan parsel-parsel itu ke tempat tujuan. Semoga bisnis ini berhasil. Doakan kami.. [tokohkartunjepangmode_on]

Ganbatte!!

 

“No one ever drowned in sweat.” (United States Marine Corps)

PS: monggo mampir ke blog dagangan saya🙂

 
Leave a comment

Posted by on July 6, 2013 in Smartpreneur

 

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: