RSS

Sunlight Mama Lemon…

07 Jul

Image

Sumpah, saya pengen ngakak pas gak sengaja denger seorang pramuniaga melantunkan lirik “Sunlight mama lemon.. Sunlight mama lemon…” saat lagu Diamond punya Rihanna diputer kenceng-kenceng.

Bukan apa-apa sih, si mbak ini bukan pramuniaga cairan pencuci piring. Dia lagi cover version lirik lagu itu menjadi lagu original punya si mbak. Lirik aslinya yang “Shine bright like a diamond” dengan cerdas diubah jadi “Sunlight mama lemon”. Kasih jempol buat mbaknya deh…

Ada yang istimewa dengan pusat perbelanjaan di Indonesia. Mereka gemar banget pasang musik kenceng-kenceng, kadang sampe batas kuping pekak. Nggak bisa ya volumenya dikecilin dikit?

Sejumlah pusat perbelanjaan kadang tak memiliki konsep musik yang jelas – jika mereka mau memasukkan musik sebagai salah satu strategi ritel (baca: mendongkrak hasrat belanja). Sepertinya, kalo mau suudzon, si ‘music director’ asal puter CD bajakan musik sesuai selera mereka.

Pernah, di sebuah mal di kawasan Jakarta coret, saya mendapati lagu-lagu mellow diputar di Sabtu siang – tentang patah hati lah, diselingkuhi lah, cinta bertepuk sebelah tangan lah.. Hello, you are trying to capitalize music to boost a shopping experience. Bukan mengusir pengunjungnya biar cepet-cepet pulang trus nangis-nangis geje di pojokan.

Pengelola pusat perbelanjaan dan restoran di Indonesia mungkin harus belajar lebih banyak soal musik dan perilaku pelanggan. Bisa jadi mereka melihat keberadaan musik hanya sebagai pelengkap, biar gak terkesan sunyi senyap (sampe kunci jatuh pun kedengeran). Padahal, musik bisa mempengaruhi hasrat belanja dan kondisi mood pelanggan.

Tapi, ada juga yang sudah memperhatikan soal backsound ini dengan baik dan benar. Contohnya Toko Buku Gramedia. Di surga belanja buku itu, tidak sembarang musik bisa diputar. Sudah ada aturan baku yang ditetapkan manajemen pusat. Semuanya merupakan musik-musik bertempo lambat dan tenang, dengan volume yang tidak keras tapi bisa menjangkau ruang dengar seluruh ruangan. Sebanyak 80% merupakan musik instrumen dan simfoni, sisanya lagu pop barat, dan hanya memberi jatah sedikit untuk lagu pop Indonesia.

Buat yang calon entrepreneur yang males riset soal penggunaan musik di bisnis ritel, nih saya kasih kisi-kisinya, sumbernya dari http://www.businessinsider.com. Nanti tinggal googling sendiri untuk penjelasan lebih lanjut.

1. Musik bertempo tinggi yang diputar dengan volume tinggi akan membuat konsumen bergerak lebih cepat (misalnya berkeliling rak dalam sebuah supermarket), tanpa mengurangi volume penjualan. Penelitian Cain-Smith & Curnow (1966).

2.  Musik dengan tempo rendah akan membuat konsumen bergerak lebih lambat, tapi mereka akan membeli lebih banyak barang. Termasuk di restoran, musik yang diperdengarkan lamat-lamat akan membuat pengunjung betah dan mengorder lebih banyak menu. Penelitian Milliman (1982 & 1986); Caldwell & Hibbert (1999).

3. Musik klasik cenderung mempengaruhi konsumen untuk membeli lebih banyak barang-barang berharga mahal (mewah). Penelitian Areni & Kim (1993).

4. Musik klasik di sebuah restoran akan membuat konsumen memesan lebih banyak menu (dan lebih mahal), ketimbang saat restoran tersebut memutar musik pop atau tanpa memutar musik. Penelitian Shilcock & Hargreaves (2003).

5. Namun, tidak semua ritel cocok menggunakan musik klasik sebagai perangsang mood berbelanja. Sebab, musik klasik selalu diidentikkan dengan toko yang hanya menawarkan barang-barang mewah saja. Penelitian Yalch & Spangenberg (1993).

6. Musik Perancis yang diputar di sebuah toko wine akan membuat konsumen membeli wine Perancis. Sedangkan musik Jerman yang diputar di toko wine yang sama, akan membuat konsumen membeli wine Jerman. Penelitian North, Hargreaves & McKendrick (1999).

7. Konsumen merasa seakan-akan merasa antrean atau pelayanan dilakukan dalam waktu singkat saat mereka menengar musik yang disukai. Penelitian Stratton (1992).

8. Calon konsumen akan cenderung membatalkan niat berbelanja (atau mempercepat waktu berbelanja) jika mendapati toko yang memutar musik yang tidak disukainya. Penelitian Bruno Brookes – Immedia (2011).

Nah, kan bener kan.. Kalo musik gak bikin betah, mending cari tempat lain deh.. Masalahnya, kebanyakan mal di Indonesia demen banget muter musik kenceng. Tapi, eh, kenapa tulisan ini jadi mirip artikel berita ya?

“The well-satisfied customer will bring the repeat sale that counts.” (James Cash Penney)

 
5 Comments

Posted by on July 7, 2013 in Smartpreneur

 

Tags: , , , ,

5 responses to “Sunlight Mama Lemon…

  1. Metha

    July 8, 2013 at 12:24 am

    Karena mba nya adalah jurnalis, itu jawabannya😀
    Berarti, perusahaan ritel harus melakukan penelitian terhadap pola dan kepribadian dari kastemer yang mereka miliki, penelitian yang dilakukan harus secara berkala dan dilakukan berulang pada rentang waktu tertentu karena mengingat pelanggan ritel yang brubah-ubah setiap waktu, tapi konsentrasi harus tetap pada pelanggan yang rutin/setia yg belanja di mall tersebut.
    Mungkin itu sedikit hasil kuliah di kampus.Hehe..
    Yah, semoga ritel segera bisa memperhatikan yang seperti itu, soalnya setahu saya, ada permasalahan terberat yang masih menjadi beban ritel mba, Inventory Level, nah..mungkin krn itu juga, aspek lain tidak terjamah🙂

     
  2. naningisme

    July 8, 2013 at 12:37 am

    Sebuah perusahaan, apapun itu, nggak cuma ritel, harus memperhatikan soal STP (segmentation, targeting, positioning). Itu nanti buat menentukan strategi selanjutnya, termasuk soal Consumer Behavior dan kalo dilanjutin printilannya ntar juga soal musik sebagai back sound dan shopping experience (baca: menciptakan impulse buying).

    Perhatikan contoh kasus Gramedia di tulisan itu, dia udah tahu pasti siapa target market-nya, atmosfer apa yang ingin dibangun, value apa yang ingin ditawarkan dll. Jadi dia menetapkan pilihan lagu simfoni dan instrumen sebagai pilihan utama, baru kemudian lagu-lagu barat dan Indonesia yang kesemuanya diputer gak kenceng2 ama, slow aja. Kalo beban yang kau sebutkan itu, inventory level, itu memang core-nya mereka😉

     
    • Metha

      July 14, 2013 at 9:54 am

      Yuup, bener mba, setuju🙂

       
  3. Metha

    July 14, 2013 at 9:53 am

    Mbaaaaa…emang ada lagunya,😀
    ini kan sunlight mama lemon? https://soundcloud.com/randombest/interview-bersama-rihanna-feat
    sumpah ngakaak :))

     
  4. naningisme

    February 6, 2014 at 8:00 pm

    Ini link lagu Diamond punya Rihanna: http://www.youtube.com/watch?v=lWA2pjMjpBs

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: