RSS

Monthly Archives: August 2013

I’m Feeling Lucky

Image

Google memang paling pandai merebut hati penggunanya. Dini hari ini, hanya 30 menit setelah pergantian hari, saya mengakses search engine nomor wahid itu untuk membantu menyelesaikan pekerjaan. Senyum melebar saat melihat tampilan google doodle hari ini yang istimewa banget. Eyang Google kirim kue banyak banget buat saya hari ini. Thank you. I’m feeling lucky today.

 

“Anyone who stops learning is old, whether at twenty or eighty. Anyone who keeps learning stays young. The greatest thing in life is to keep your mind young.” (Henry Ford)

 
10 Comments

Posted by on August 18, 2013 in Random Thought

 

Tags: , , ,

Zona Kosong

Image

Segala sesuatu yang tampak, ia memiliki raga yang dikuasai ruang. Segala sesuatu yang tidak tampak, ia tanpa raga dan terbebas dari kuasa ruang. Segala sesuatu yang tampak, ditata sedemikian rupa supaya segala sesuatu yang tidak tampak tidak terganggu. Yang tampak itu disebut isi, yang tidak tampak disebut kosong. Jika isi tertata rapi maka kosong menjelma menjadi keluasan dan keleluasaan. Jika isi teratur maka kosong mewujud jalan. Dalam hidup, adakah yang dilakukan manusia selain berebut ruang?

Di dalam sholat berjamaah, saf untuk makmum ditata sedemikian rupa. Barisan dirapatkan. Berderet dan rapi jali. Di manakah jamaah bersujud? Di garis barisan itu atau di titik sujud yang berada di zona kosong di depan barisan? Jika tak ada zona kosong maka tak ada titik sujud. Yang kosong dijaga agar tetap kosong sebagai akses bagi raga bersujud kepada Sang Pencipta. Kosong adalah akses hati menuju Ilahi.

Hati adalah bilik yang terlalu sempit untuk dibiarkan penuh oleh serbaneka perasaan manusia. Ibarat rumah, apakah hati membutuhkan sampah-sampah berupa rasa benci, iri, dengki, dendam, tamak, licik, culas, angkuh, sombong, dan beragam perasaan buruk lain? Bukankah rumah hati akan lebih damai, nyaman, hangat, dan indah jika ia berisi cinta, kasih, perhatian, tulus, ikhlas, ridha, doa, maaf, terima kasih, tolong menolong dan bermacam perasaan baik lainnya? Memilih isian hati dan menatanya adalah cara terbaik untuk mendapatkan kesunyian untuk menjadi akses keheningan menuju kepada DIA.

Selamat Idul Fitri 1434 H.  Mohon Maaf Lahir dan Batin.

 
Leave a comment

Posted by on August 13, 2013 in Random Thought

 

Tags: , , ,

Video

4.20 – Aku Tenang

Saya tengah jatuh hati dengan pantai dan samudera. Berada di tengahnya serasa membuat tenang. Semesta pun seakan berkonspirasi untuk menunjukkan video ini, yang membuat saya ingin segera mengemas koper untuk menyepi di Gili Trawangan.

 

DenganMu, tenang. Tak terpikir dunia ini. KarenaMu, tenang. Semua khayal seakan kenyataan. Berlari-lari, di taman mimpiku. Imajinasi telah menghanyutkan. Mimpiku sempurna, tak seperti orang biasa. KarenaMu, tenang. Semua khayal seakan kenyataan. Berlari-lari di taman mimpiku. Imajinasi tak menghanyutkan. Mimpiku sempurna, tak seperti orang biasa. Aku berbeda. Aku berbeda. Berlari-lari di taman mimpiku. Imajinasi tak menghanyutkanku. Mimpiku sempurna, tak seperti orang biasa. Pikirkan indah tentang surga. Seakan-akan di sana. Berkhayal di sana tentang jiwa. Ku tenang.. (Aku Tenang, 4.20)

 
Leave a comment

Posted by on August 11, 2013 in Random Thought

 

Tags: , , , ,

Image

Bekas Telepon Umum Jadi Akuarium

Bekas Telepon Umum Jadi Akuarium

Orang jaman sekarang udah pada punya ponsel sendiri-sendiri, gak perlu harus buru-buru ke telepon umum kalo mau nelpon. Daripada mangkrak gak karuan, di Osaka, Jepang, bilik telepon umum dijadiin akuarium. Jenius!

 
Leave a comment

Posted by on August 2, 2013 in Dunia Dalam Berita

 

Tags: , ,

Sepercik Samudera

beach bubble - edit

Setetes buih adalah sepercik samudera. Sebanyak-banyaknya buih di lautan, betapa pun banyaknya, meski seluruhnya berhimpun, tidak lantas menjelma kejamakan yang lebih besar dan luas dari samudera, tak pula lalu disebut dengan sebutan selain samudera. Buih satu dan lainnya tidak akan memisah dari samudera nan luas. Sejak mula hingga pada akhirnya, buih tetaplah menyatu dengan samudera.

Sepanjang apa pun perjalanannya, menempuh angkasa, menggumpal di udara, diterjang angin, entah rintik entah deras sebagai hujan, menyusuri bumi dari kelokan-kelokan sungai dan kedalaman danau, entah dari mana hulu dan di mana hilirnya, tergenang berapa pun lamanya, toh kembali juga ke samudera yang menerima buih dari mana pun dan dalam keadaan apa pun, tanpa syarat, untuk kembali tak memisah.

 
Leave a comment

Posted by on August 1, 2013 in Random Thought

 

Tags: , ,

Manunggaling Aktor Lan Sutradara

musikal-laskar-pelangi

Hanya dengan orang-orang tertentu saja saya bisa menertawakan kehidupan. Menertawakan tangis dan kesedihan yang sedang kami hadapi. Sekadar mencoba untuk mengakrabkan diri dengan Sang Maha Sutradara tanpa ada kesan kurang ajar dan mencoba menjalani peran sebagai aktor terbaik berdasarkan skenario yang telah Dia tetapkan sebelumnya.

Demikianlah. Kehidupan manusia disusun bak permainan sandiwara. Ada kisah, babak, plot, adegan, skenario, karakter, dan ide. Sutradara, sang empunya ide, mewujudkannya menjadi karakter – yang tetap ada dengan atau tanpa skenario. Dari karakter inilah, muncul skenario yang segala sesuatunya telah ditulis sedari-mula di dalamnya, sebelum sampai pada tahap akhir, yaitu permainan sandiwara. Adapun tiap aktor adalah perwujudan dari karakter, yang kisah hidupnya dalam babak demi babak telah ditentukan plot atau alurnya, sesempurna mungkin di tiap adegan, dan tidak bisa keluar dari skenario.

Inilah rumusan takdir, yang meliputi qadha dan qadar. Qadha adalah sesuatu yang belum terjadi, sementara qadar adalah sesuatu yang telah terjadi. Siapakah yang dapat mengubah sesuatu yang belum terjadi? Siapa pula yang mampu mengubah sesuatu yang telah terjadi? Satu-satunya yang bisa diubah adalah sesuatu yang saat ini dialami. Kemarin telah pergi, besok masih misteri, dan hari ini adalah nyata terjadi.

Manusia dalam permainan sandirwara kehidupan, tak kuasa mengubah skenario Tuhan. Satu-satunya yang bisa ia lakukan pada keadaan sekarang di atas panggung sandiwara itu adalah menghidupkan skenario dengan penjiwaan. Matilah sandiwara, kisah, babak, plot, adegan, dan skenario. Jika sutradara menghendaki mati, dan jika aktor mati dalam menghidupkan peran. Manunggaling aktor lan sutradara. Maha Sutradara kehidupan ini memberikan petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki, dan menyesatkan dia yang Dia kehendaki.

Namun, ide tak pernah mati. Ia hidup sejak bermula hidup. Mula yang tiada akhir. Hidup seketika sempurna. Ia murni, jauh tak berjarak, dekat tak tersentuh. Ia hidup dalam Diri Sutradara, dan Sutradara adalah Sang Mahahidup. Segala Pujian bagi Sang Sutradara, Penguasa Semesta Sandiwara. Dan Terpujilah Ide, Rahmat bagi Semesta Sandiwara, yang adalah alasan panggung Sandirwara dan segala isinya diciptakan oleh Sutradara.

Ide adalah as, pokok, inti, poros, dan segala sesuatu yang berputar mengelilinginya adalah pusarannya. Pusaran ada karena poros. Ada poros, ada pusaran. Tidak ada poros, tidak ada pusaran. Setiap pusaran, sejauh apapun, ia tidak memisah dari poros.

 
Leave a comment

Posted by on August 1, 2013 in Random Thought

 

Tags: , , , , , ,