RSS

Manunggaling Aktor Lan Sutradara

01 Aug

musikal-laskar-pelangi

Hanya dengan orang-orang tertentu saja saya bisa menertawakan kehidupan. Menertawakan tangis dan kesedihan yang sedang kami hadapi. Sekadar mencoba untuk mengakrabkan diri dengan Sang Maha Sutradara tanpa ada kesan kurang ajar dan mencoba menjalani peran sebagai aktor terbaik berdasarkan skenario yang telah Dia tetapkan sebelumnya.

Demikianlah. Kehidupan manusia disusun bak permainan sandiwara. Ada kisah, babak, plot, adegan, skenario, karakter, dan ide. Sutradara, sang empunya ide, mewujudkannya menjadi karakter – yang tetap ada dengan atau tanpa skenario. Dari karakter inilah, muncul skenario yang segala sesuatunya telah ditulis sedari-mula di dalamnya, sebelum sampai pada tahap akhir, yaitu permainan sandiwara. Adapun tiap aktor adalah perwujudan dari karakter, yang kisah hidupnya dalam babak demi babak telah ditentukan plot atau alurnya, sesempurna mungkin di tiap adegan, dan tidak bisa keluar dari skenario.

Inilah rumusan takdir, yang meliputi qadha dan qadar. Qadha adalah sesuatu yang belum terjadi, sementara qadar adalah sesuatu yang telah terjadi. Siapakah yang dapat mengubah sesuatu yang belum terjadi? Siapa pula yang mampu mengubah sesuatu yang telah terjadi? Satu-satunya yang bisa diubah adalah sesuatu yang saat ini dialami. Kemarin telah pergi, besok masih misteri, dan hari ini adalah nyata terjadi.

Manusia dalam permainan sandirwara kehidupan, tak kuasa mengubah skenario Tuhan. Satu-satunya yang bisa ia lakukan pada keadaan sekarang di atas panggung sandiwara itu adalah menghidupkan skenario dengan penjiwaan. Matilah sandiwara, kisah, babak, plot, adegan, dan skenario. Jika sutradara menghendaki mati, dan jika aktor mati dalam menghidupkan peran. Manunggaling aktor lan sutradara. Maha Sutradara kehidupan ini memberikan petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki, dan menyesatkan dia yang Dia kehendaki.

Namun, ide tak pernah mati. Ia hidup sejak bermula hidup. Mula yang tiada akhir. Hidup seketika sempurna. Ia murni, jauh tak berjarak, dekat tak tersentuh. Ia hidup dalam Diri Sutradara, dan Sutradara adalah Sang Mahahidup. Segala Pujian bagi Sang Sutradara, Penguasa Semesta Sandiwara. Dan Terpujilah Ide, Rahmat bagi Semesta Sandiwara, yang adalah alasan panggung Sandirwara dan segala isinya diciptakan oleh Sutradara.

Ide adalah as, pokok, inti, poros, dan segala sesuatu yang berputar mengelilinginya adalah pusarannya. Pusaran ada karena poros. Ada poros, ada pusaran. Tidak ada poros, tidak ada pusaran. Setiap pusaran, sejauh apapun, ia tidak memisah dari poros.

 
Leave a comment

Posted by on August 1, 2013 in Random Thought

 

Tags: , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: