RSS
Image

No Longer Being a Ghost Writer (for a while)

08 Sep

No Longer Being a Ghost Writer (for a while)

Akhirnya buku Shopping Saham Modal Sejuta! edar juga…

Kapan tepatnya buku ini mulai nongol di rak toko buku Gramedia, saya dan Jere sebenernya nggak ngeh. Taunya, ada pembaca yang kirim e-mail ke akun resmi kita nanyain soal Gain Institute, cikal bakal lembaga training buat investor saham yang dibuat sepaket ama kehadiran buku ini.

Buku ini intinya tentang belajar berinvestasi saham. Bener-bener dari NOL, buat kelas pemula biar gak jiper dengan jenis investasi ini. Mulai dari pengetahuan dasar tentang investasi, istilah-istilah saham, sampai cara ngitung return yang bakal di dapat. Di buku ini pembaca gak bakalan nemu tulisan yang ngajari gimana dapet untung sekian puluh juta hanya dengan modal sejuta. Karena buku ini memang bukan jenis short cut buat dapetin return yang super gede dalam waktu super singkat — seperti yang banyak ditawarkan buku jaman sekarang.

Saya ama Jere sepakat buat fair dalam menulis. Selain yang indah-indah dalam dunia investasi saham, kita juga nunjukin potensi kemungkinan terburuk yang bakal diterima. Tapi, di antara dua kutub good and bad ini, kita ngajarin cara mengurangi risiko kerugian (ini yang paling penting). Gaya bahasa buku ini sengaja dibikin ringan. Karena kita pengen menjelaskan istilah langitan ke bahasa yang lebih membumi.

Proses penyusunan buku ini cukup singkat. Untuk proses menulisnya hanya sekitar satu bulan karena kita berdua adalah jelmaan Bandung Bondowoso yang mampu membangun 999 candi dalam semalem hahahaha.. Gak ding. Intinya kita memang punya speed menulis yang cukup tinggi, tapi dengan akurasi tetep terjaga. Dan, beruntung, editor kita, si om Dharma, juga tipe pekerja cepat. Jadi overall, penyusunan buku ini gak lebih dari tiga bulan. From scratch. Dari sekadar ngopi sore-sore di Pacific Place, menulis, editing, sampai draft cetak.

Satu hal yang perlu dicatat, setelah belasan tahun jadi jurnalis dan melahirkan ratusan (atau mungkin ribuan) tulisan, Shopping Saham Modal Sejuta! adalah buku pertama yang mencantumkan nama saya di sampul. Officially as a writer. No longer being a ghost writer.

Apa itu ghost writer? Ghost writer sering disebut sebagai penulis bayangan atau penulis profesional yang dibayar untuk menyusun buku, teks, pidato, skenario film, lirik lagu — anything. Bedanya dengan penulis biasa, ghost writer tidak mencantumkan namanya, tapi justru mencantumkan nama orang lain yang menggunakan jasanya. Ini adalah profesi legal.

Bukan karena saya merupakan salah satu ghost writer di muka bumi ini, lalu saya berkoar bahwa ghost writer adalah profesi yang cukup bergengsi. Di negara maju (dan sekarang mulai merambah negara berkembang), para tokoh, pengusaha, politisi, selebriti menyewa jasa mereka untuk menuliskan buku, artikel, teks, pidato, skenario film, lirik lagu, dll dll dll. Misalnya, Obama punya speechwriter (ghost writer khusus untuk bikin speech/pidato) si mas Jon Favreau yang ganteng itu. Profesi ini juga pernah difilmkan di tahun 2010 dengan pemain Ewan McGregor ama Pierce Brosnan.

Pada dasarnya, sistem kerja ghost writer seperti redaktur, yaitu menulis. Tapi, bedanya, ghost writer gak cuma merapikan draft tulisan yang dikirim reporter, tapi bisa jadi ia menulis ulang (re-write) hasil tulisan yang dibikin klien. Atau membuat tulisan dari hasil mewawancarai klien, karena klien memang nggak bisa atau nggak sempat nulis.

Intinya, ghost writer harus mampu menulis sesuai logika berpikir dan gaya bahasa si klien. Seolah dia adalah penjelmaan si klien. Ini yang kadang gak dimiliki penulis biasa. Ghost writer gak boleh memasukkan opini pribadinya dalam tulisan, tapi bener-bener hanya penyambung isi otak klien ke hasil tulisan. Layaknya hantu, nama ghost writer gak boleh menunjukkan penampakannya. Yang boleh muncul adalah nama klien atau orang yang membayarnya.

Anyway, daripada hanya membahas profesi ghost writer, I am proud to announce that my latest book, “Shopping Saham Modal Sejuta!” is now available in bookstore near you. Enjoy reading🙂

 
5 Comments

Posted by on September 8, 2013 in Pariwara dan Para Pewarta

 

Tags: , , , ,

5 responses to “No Longer Being a Ghost Writer (for a while)

  1. ervika

    October 28, 2014 at 1:00 pm

    Wahhhh… ternyata ini bukunya😀

     
  2. naningisme

    October 29, 2014 at 12:43 pm

    Iya, Fin. Ini buku aku🙂

    Ntar japri alamatmu ya, via WA, kukirim buku Shopping Saham Modal Sejuta! lengkap dengan tanda tangan aku.

     
    • ervika

      October 30, 2014 at 2:53 pm

      Wowww…. wowwww…. ahahahaha… seriusan ini? Gk salah baca kah? Hahaha…

      Yeayyy…. dpt tanda tangan ny jg😀

       
      • naningisme

        October 31, 2014 at 11:30 am

        Ciyus. Buat Lifin apa sih yang enggak..

        Ntar barter ama rambutan binjai lima iket hahaha..

         
      • ervika

        October 31, 2014 at 11:31 am

        Ahahahahaha… rugi lah aku… rambutan 5 iket uda 175rb

         

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: