RSS
Video

Da Vicky Code

14 Sep

Sebenernya, secara nggak sengaja saya nonton acara press conference pertunangan Zaskia Gotik (Goyang Itik, bukan Gothic yang aliran seni bangunan itu..) dan Vicky Prasetyo (yang belakangan baru diketahui kalo itu juga nama alias dari Hendaryanto) di acara gosip Cek & Ricek di RCTI. Waktu itu, saya udah mulai curiga dengan bahasa-bahasa aneh yang dari si tokoh pria ini.

Oleh karena nontonnya hanya sepintas lalu, saya pikir cuma kuping saya yang error atau otak saya yang lagi hang. Tapi, begitu video editannya muncul di Youtube, saya baru ketawa ngakak. Ooohh.. ini toh yang kapan hari itu. Ternyata emang bahasanya yang kacau, bukan saya yang kurang intelek hehehe..

Berikut quotation dari si mas Vicky:
“Di usiaku ini, twenty nine my age, aku masih merindukan apresiasi, karena basically aku senang musik, walaupun kontroversi hati aku lebih menyudutkan kepada konspirasi kemakmuran yang kita pilih ya.”

“Kita belajar, apa ya, harmonisisasi dari hal terkecil sampai terbesar. Aku pikir kita enggak boleh ego terhadap satu kepentingan dan kudeta apa yang kita menjadi keinginan.”

“Dengan adanya hubungan ini, bukan mempertakut, bukan mempersuram statusisasi kemakmuran keluarga dia, tapi menjadi confident. Tapi, kita harus bisa mensiasati kecerdasan itu untuk labil ekonomi kita tetap lebih baik dan aku sangat bangga…”

*hening sejenak* *berpikir keras*

Apakah Anda merasakan apa yang saya rasakan? Kalimat-kalimat yang diucapkan mas Vicky memang setinggi langit. Sungguh sulit untuk dipahami. Rumit. Ini adalah Da Vicky Code yang harus segera dipecahkan!

BIsa ditebak, di tengah masyarakat Indonesia yang gampang banget terpengaruh ini kata-kata mas Vicky ini lantas jadi booming. Diikutin. Maka, timbullah aliran Vickynisme atau Vickynisasi. Kontroversi hati, konspirasi kemakmuran, harmonisisasi, kudeta, statusisasi bla bla bla..

Menurut Kepala Pusat Pengembangan dan Perlindungan Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Kemendikbud), Sugiyono, seperti dikutip Republika, wabah bahasa Vickinisasi ini termasuk penyakit bahasa. Dalam ilmu linguistik disebut intervensi. Orang menggunakan menggunakan bahasa Indonesia dicampur asing walau tidak pas.

Menurut Sugiyono, apa yang terjadi pada fenomena ‘Vickinisasi’ sebanarnya lebih pada penyakit gejala sosial daripada gejala linguistik. Ia menciptakan istilah bahasa-bahasa baru, agar dipandang pintar oleh masyarakat yang lain.

Si Vicky ini seolah menjadi gambaran orang-orang jaman sekarang (termasuk para pejabat negeri ini, yang tak akan saya sebut nama daripada ntar kena UU ITE hehe..). Biar keliatan keren dan pinter mereka pake basa Indonesia gado-gado. Dan, sialnya (atau hebatnya) istilah-istilah kacau ala Vicky ini secara sadar maupun tidak sadar diikuti oleh masyarakat. Termasuk saya, atau mungkin juga Anda. Mungkin ini sebuah konspirasi kemakmuran agar tak terjadi labil hati.

Ah, saya jadi inget pengalaman pengen nampol orang-orang yang ngomong ciyus miapah akhir tahun lalu. Percayalah, gejala (atau kata si bapak ini penyakit) bahasa Vickinisasi ini gak bakal bertahan lama.

 
Leave a comment

Posted by on September 14, 2013 in Bicara Bahasa

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: