RSS
Video

Iklan Menyentuh Hati dari Lifebuoy

24 Dec

Saya menemukan iklan Lifebuoy versi Saving Life (India) ini tanpa sengaja. Via Youtube. Biasanya, saya selalu tak sabar meng-klik tulisan “skip ad” pada iklan yang mejeng sebelum video favorit diputar di Youtube. Tapi, tidak demikian dengan iklan Lifebuoy yang ini. Saya langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Menikmati iklan itu dari awal sampai akhir, sampai habis tiga menit penuh.

Tak seperti iklan sampo atau obat batuk yang diawali dengan musik atau voice over penuh semangat, iklan Lifebuoy besutan Lowe Lintas and Partners ini justru diawali dengan suara lenguhan sapi dan ciap ayam. Ini aneh. Ini iklan apa trailer film?

Rasa penasaran makin dibangun berbarengan dengan rasa penarasan si anak ketika melihat jejak tangan di tanah (0:10). Iki tangane sopo? Selanjutnya kita akan dibuai dengan musik India-he yang penuh kendang-kempul itu, tanpa menyadari si pembuat iklan dengan cerdasnya telah mengikat penonton untuk memperhatikan alur cerita iklan sampai habis.

Hingga pada detik ke-20, si Muthu, bocah kecil yang penasaran, menemukan ayahnya sedang berjalan dengan kedua tangannya menuju sebuah tempat. Masyarakat pun ramai-ramai mengikuti ayah Muthu (termasuk saya dan penonton iklan ini), juga seorang turis perempuan yang penasaran dengan serombongan penduduk lokal melintas persawahan dengan hebohnya (menit 1:10).

Turis perempuan itu pun akhirnya mengikuti rombongan hingga ayah Muthu berhasil mencapai bukit – dengan segala rintangan medan – dan bertemu pendeta. Ternyata, si ayah ini hendak mengucap syukur pada Tuhan bahwa hari itu Muthu berulang tahun yang ke-5.

“Apa pentingnya usia ke-5?” tanya si turis perempuan (menit 2:15), seakan mewakili rasa penasaran seluruh penonton. Ternyata, si ayah sangat bersyukur karena Muthu merupakan anak satu-satunya yang berhasil hidup selamat sampai usianya menginjak lima tahun. Trenyuh!

Di India, dan mungkin di negara berkembang lainnya, angka kematian bayi dan balita masih cukup tinggi. Penyakit semacam diare dan pneumonia digadang menjadi penyebab utama. Di sini, Hindustan Unilever (via Lifebuoy) dengan cerdasnya menggagas iklan yang mengedukasi pentingnya cuci tangan (tentu saja pake sabun Lifebuoy!)

Pendekatan iklan Lifebuoy versi Saving Life ini benar-benar menyentuh alam bawah sadar manusia mengenai pentingnya mencuci tangan, diperlihatkan dengan betapa bersyukurnya si ayah karena Muthi berhasil selamat sampai usia lima tahun dan kalimat penutup yang mak jleb! “Lebih dari 2 juta anak di bawah 5 tahun meninggal akibat diare dan pneumonia.”

Tidak sekadar menyajikan iklan kampanye cuci tangan dengan visualisasi bocah-bocah SD berlarian melintasi pipa-pipa panjang berujung keran dan mencuci tangan ramai-ramai pake sabun di depan sekolah, Ah, ini mah resep estede bangetttt..

Bila iklan yang tayang di Youtube (dan Facebook) berdurasi tiga menit, pihak Hindustan Unilever juga akan membuat versi 90 detik untuk tayang di televisi. Chief Creative Officer R. Balki dan Creative Director Amer Jaleel berhasil memberikan arti baru mengenai periklanan. This is the new advertising – where you don’t advertise.

 
4 Comments

Posted by on December 24, 2013 in Pariwara dan Para Pewarta

 

Tags: , , , , ,

4 responses to “Iklan Menyentuh Hati dari Lifebuoy

  1. kakmolly

    January 23, 2014 at 12:20 pm

    Mba naniiiiiiing, mana tulisannya lagi?
    Aku nungguin nih mbaaa, hehe😀
    Lagi sibuk ya mba?:-/

    Ini blog-ku yang baru, blog yang dulu, Alfabetametateta.wp, terpaksa dimusnahkan mba. hehe
    from : Metha, penggemar tulisan mba naning🙂

     
    • naningisme

      January 23, 2014 at 1:54 pm

      Hai Methaaaaaa…

      Aduh maafkan diriku udah berabad-abad gak ngeblog. Iya nih, awal tahun disambut dengan kerjaan menumpuk. Jakarta banjir pula >> padahal gak kebanjiran hihihi.. Sabar yak, aku pasti akan ngeblog lagi. Pengen didongengin soal apa nih? hehehe.. :p

      Oalaah kakmolly itu dirimu toh? Aku dapat notifikasi new follower kapan hari. Baiklah, aku akan meluncur ke apeliijo (double ‘i’ ya?). Thanks for attention, Metha *hugs*

       
      • kakmolly

        January 23, 2014 at 6:59 pm

        Iya mba naning. Diriku yang sudah nomaden beberapa kali ganti blog ini selalu setia memfolow ulang blogmu. Jadi kalo ada waktu,main-main lah di wp ya mba. Diriku menunggu postinganmu🙂

        Aku paling suka tulisan mba naning yg bikin cerita pendek dialog antara nyamuk dan manusia. Hha, udah lama kayaknya tulisannya. Inget ga? kalo ga inget, nanti kalo sempat aku bongkar-bongkar blognya mba naning, hehe😀

        Blogku masih dibener-benerin mba, masih ada beberapa page yang kosong dan kategorinya juga belum dirapiin. Sama. Masih mencuri-curi waktu diantara pekerjaan yang masih menunggu.

        Semangat mba naning ^_^b

         
  2. naningisme

    January 23, 2014 at 8:32 pm

    Hai Metha, iya aku udah berkunjung ke blog barumu. Masih sepi. Ternyata memang baru dioprek. Blog-mu yang lama ada gambar kartun (itu dirimukah?), it’s very cute. Mungkin kau bisa tempelkan lagi di blog barumu hehehe.. Ayo semangat bangun blog baru!🙂

    Ouuww.. cerpen yang soal nyamuk itu ya? Itu tulisan aku pas masih SMA. Dulu diterbitin di majalah SMA. Aku terinspirasi sama novel Dee Lestari yang Rico de Coro di majalah MODE, jauuhh sebelum dibukukan. Syukurlah kalo kamu suka.

    Thanks udah jadi follower nomer satu. Bahkan sampe pas nomaden pun masih tetep follow blog aku yang ini. Baidewei kau sekarang sibuk apa? Sukses buatmu yaa.. Cheers!

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: