RSS

Tukang Bakpao: Indikator Kemacetan Ibukota

20 Sep

tukang bakpaoBagi warga Jakarta yang menemukan kepulan asap putih dari dandang stainless steel yang posisinya berada di pinggir jalan protokol, waspadalah! Itu merupakan pertanda bahwa kemacetan parah terjadi di depan sana. Kalau masih bisa putar balik, mending segera ubah arah kendaraan. Tapi kalau udah kejebak offside, ya terima nasib aja…

Bagi saya, tukang bakpao adalah pahlawan di tengah kemacetan. Selain bisa memberikan petunjuk kondisi lalu lintas, produk dagangannya bisa banget mengganjal perut. Siapa yang tahan godaan bakpao lembut isi kacang hijau atau daging ayam ini? Hangat dan lezat (ah, gara-gara nulis ini jadi kepengen makan bakpao).

Selain tukang bakpao, pedagang minuman botol juga bisa menjadi penanda kemacetan. Pernah, di tengah jalan tol saya menemukan abang-abang pedagang asongan. Biasanya mereka menjajakan minuman kemasan dan tahu goreng/kacang rebus yang sudah dibungkus cantik dalam tas kresek bening.

What, jualan di tengah jalan tol? Yoii.. Jalan tol di Jakarta mah sebenarnya tempat parkir berbayar aja. Macetnya kadang lebih parah dari jalan biasa. Jadi, jangan heran kalau si abang penjual makanan dan minuman ini bisa dengan aman dan nyaman menjajakan dagangannya, tanpa khawatir diseruduk kendaraan.

“Mijon.. Mijon.. Mijon..” atau “Tarahu.. Tarahu.. Tarahu..” Gitu cara mereka menjajakan dagangannya. Gak tau juga kenapa bisa Mijon dan Tarahu. Padahal para pedagang asongan itu sedang menyebutkan merek minuman Mizone dan dagang tahu goreng. Dan, gak tau juga kenapa para abang-abang itu udah jarang lagi menyebut, “Kua..Kua..Kua..” (maksudnya sih Aqua) untuk air mineral botolan. Mungkin minuman dingin dengan rasa manis lebih sesuai untuk menghalau dahaga di tengah kemacetan.

Bayangkan betapa sialnya warga Jakarta yang harus merasakan kemacetan tiap hari, pagi-siang-sore-malam. Rekor terburuk saya adalah mengalami empat jam stuck di tengah kemacetan (sekali jalan, dari titik A ke titik B, bukan akumulasi dalam sehari). Mungkin sebagian Anda pernah merasakan derita lebih lama. Ya nasib.

Kondisi terburuk terjadi bila di hari Jumat hujan turun sejak siang. Damn! Kalau sudah begitu, sudah bisa dipastikan jalanan bakal banjir dan macet di mana-mana. Tanpa harus melihat keberadaan “Para Indikator” pun udah bisa ketebak betapa menyebalkannya perjalanan pulang malam itu. Pffiuhh..

“The strongest of all warriors are these two: Time and Patience.” (Leo Tolstoy)

 
4 Comments

Posted by on September 20, 2014 in Wheels on the Road

 

Tags: , ,

4 responses to “Tukang Bakpao: Indikator Kemacetan Ibukota

  1. Mohammad Shihab

    September 23, 2014 at 6:21 pm

    Wah… saya baru tersadar ada hubungan yg kuat antara pedagang bakpao dan kemacetan. Bisa jadi alternate signal nih. Haha🙂

     
  2. Mr. Eno

    January 18, 2015 at 7:48 pm

    Sebuah rumus yang luar biasa, Bakpao dan kemacetan. Salam kenal dari situs hitam🙂

     
    • naningisme

      January 19, 2015 at 10:42 am

      Salam kenal juga Mr Eno🙂

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: