RSS

Just Another Mission

26 Nov

balloons

Hampir tengah malam, ponsel saya berbunyi. Pesannya singkat, tapi cukup membuat deg-deg-an. “Doakan semuanya lancar.” Waini, kalo terima pesan semacam ini di waktu-waktu genting, kemungkinannya hanya ada dua, berita buruk atau berita baik. Tapi, biasanya, berlokasi di seputar Rumah Sakit. Berbeda kalo pesan semacam itu diterima saat pagi atau siang, opsi berita jauh lebih banyak.

Deg kedua adalah si pengirim pesan. Ia adalah salah satu orang yang pernah dekat dalam kehidupan saya di masa lalu. Is he okay? Selama sepersekian detik bayangan RS sempat berkelebat. Hope he is okay, begitu batin saya.

Setelah meneguhkan hati menekan tombol SEND (yaaa.. bayangin aja kayak si Cinta yang maju mundur mau bales pesan LINE dari Rangga itu lah), saya mendapatkan jawaban mengapa ia mendadak meminta doa khusus hampir di tengah malam. “Insya allah, istriku akan melahirkan malam ini. Ini sedang nunggu dokter.” *krik krik* *hening sejenak*

Baiklah. Tetiba dia datang kembali dalam kehidupan saya dan tetiba pula ia memberikan info bertubi-tubi mengenai update kehidupan pribadinya, dalam waktu tak lebih dari 5 menit. Termasuk informasi kalo ia telah menyematkan nama saya untuk nama anak pertamanya. Aha!

Kalo mau tau perasaan saya saat itu, ibarat naik roller coaster. But, then I smile and text him, “Semoga semua lancar.” Seperti tagline siaran berita di stasiun swasta nasional, singkat-jelas-padat. Namun, kata-kata  itu diiringi salah satu pengharapan terkhusyuk yang pernah saya lakukan. Singkat cerita, proses persalinan berjalan lancar. Alhamdulillah.

Sedari dulu saya selalu bertanya dalam hati, apa maksud Tuhan memberikan saya kesempatan terlahir di dunia ini. Pertanyaan semacam itu semakin menguat ketika saya mampu survive dari sebuah operasi besar, yang sebenarnya kesempatan terselamatkan tak sebegitu besar. Apa misi yang harus saya selesaikan di kehidupan ini?

Saya selalu meyakini bahwa DIA tidak menciptakan manusia untuk tujuan sia-sia. Pasti ada maksudnya. Untuk kasus pesan tengah malam itu, misalnya, mungkin misi saya adalah memberikan kekuatan dan ketenangan pada sahabat saya. Di saat lain, katakan untuk urusan pekerjaan, mungkin misi yang saat ini saya emban adalah mengumpulkan kembali talenta-talenta terbaik yang sempat terbuang dan terpuruk di pekerjaan sebelumnya, serta memberikan penghidupan lebih baik bagi mereka.

Tuhan mempertemukan kita dengan orang-orang dan segala masalah untuk suatu tujuan. Entah itu misi kita untuk belajar atau mengajarkan sesuatu. Entah prosesnya sesaat atau selamanya. Entah kita menjadi bagian terpenting atau hanya sekadarnya. Entah yang kita rasakan saat itu cuma bikin sedih atau gembira. Apapun itu, kita harus tetap menjalani misi hidup ini. Melakukannya dengan tulus. Karena tak ada yang sia-sia di dunia ini. Jalani saja. Sebaik-baiknya.

“Your purpose in life is to find your purpose and give your whole heart and soul to it.”

(Gautama Buddha)

 
2 Comments

Posted by on November 26, 2014 in Random Thought

 

Tags: ,

2 responses to “Just Another Mission

  1. Kakmoly

    November 26, 2014 at 9:22 am

    Mba naniiing😀
    Aha, semoga dedenya cepat besar dan mirip mba Naning :p

     
  2. naningisme

    November 26, 2014 at 11:58 pm

    Lah….😀

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: