RSS

meisnaning

Camera 360Seorang pengamat kehidupan yang dibayar secara profesional. Meski berhasil menyelesaikan studi hanya dalam waktu 3,5 tahun, nyaris cumlaude, dan menjadi salah satu wisudawan termuda, pemegang gelar Sarjana Ekonomi dari sebuah kampus swasta ternama di Surabaya ini justru memilih berkarir di dunia pers. Hingga kemudian ia sempat merasakan hidup gratisan di Berlin, Jerman demi ‘merampok’ ilmu Financial Journalism.

Gara-gara hidup di Jerman, ia menikmati perjalanan dengan menggunakan transportasi umum. Sepertinya, ia terkena brainwash mantan ‘kepala sekolah’-nya yang mengatakan, “Naik kendaraan umum tidak akan menurunkan harga dirimu.” Kendati hal ini masih sulit diterapkan di Indonesia, tapi bila transportasi umum di negeri ini sudah nyaman, ia yakin bakal lebih banyak orang yang akan menggunakan moda transportasi umum ketimbang terjebak macet berjam-jam di jalan.

Sering berada di posisi berseberangan dengan suara mayoritas, bukan berarti ia boleh dicap sebagai seorang pemberontak atau orang aneh. Ia mengatakan kadang perlu berada di posisi berbeda untuk menjadi Penyeimbang Semesta.

Dengan pengalaman 12 tahun di dunia jurnalistik, ia memutuskan untuk resign dari kantor lamanya dan bekerja secara mandiri sebagai full time writerpreneur. Saat ini ia tengah menikmati kebahagiaan karena tidak harus bekerja sesuai jam kantor, harus absen ‘cekrek’ tiap hari, dan menghadapi bos geje. Baginya everyday is a holiday, but every night is an office hour. Maklum, ia lebih senang menyelesaikan tulisan untuk majalah atau buku di malam hari, saat semua orang tengah terlelap dalam tidur. Satu hal yang paling dikhawatirkannya saat ini adalah invoice yang tidak cair tepat waktu.

Untuk detail informasi profesional mengenai dirinya atau ingin mengontak si empunya blog, sila menuju www.naningsudjatmoko.com atau follow @naningisme.

 

Comments are closed.