RSS

Tag Archives: life

Survival Strategy -repost

semut

There are three million species of animals living in tropical rain forests, and one of them, the red fire ant, lives underground. Under constant threat of annihilation from flash floods. Nature doesn’t care. If a species wants to survive, it has to prove it deserves too. When the floods come, fire ants hold on to each other, creating a living raft that can float until the water recedes. Months, if necessary.

So how does a species figure something like that out? Instinct? Trial and error? Was there one fire ant who was being swept away by the rushing water and grabbed on to another ant, only to find that together they could float? What if you were the one who knew what needed to be done but you had no words? How do you make the others understand? How do you call for help?

Human beings are not the strongest species on the planet. We’re not the fastest, or maybe even the smartest. The one advantage we have is our ability to cooperate to help each other out. We recognize ourselves in each other, and we’re programmed for compassion, for heroism, for love. And those things make us stronger, faster and smarter. It’s why we’ve survived. It’s why we even want to.

.

(Originally posted on September 21, 2012)

 
Leave a comment

Posted by on February 28, 2015 in Random Thought

 

Tags: , , , , ,

Obsessed with Possessions -repost

things-we-have

Once, the philosopher Erich Fromm forecast a society that was obsessed with possessions. He believe that human beings had two basic orientations: having and being. A person with a having orientation seeks to acquire and possess things, property, even people. But a person with a being orientation focuses on the experience. They derive meaning from exchanging, engaging, and sharing with other people.

Unfortunately, Fromm also predicted that a culture driven by commercialism, like the one we live in today, is doomed to the having orientation, which leads to dissatisfaction and emptiness. People is now easier to get what they wanted. However, to share, to offer, to give, or to sacrifice things they have to someone else is not that easy.

.

(Originally posted on October 15, 2012)

 
Leave a comment

Posted by on January 31, 2015 in Random Thought

 

Tags: , , , ,

Memotong Memori

memories

Tuhan punya segala cara untuk berkomunikasi dengan umatNya. Hanya, kadang kita budheg aja. Atau terlalu bego untuk memahami apa pesan yang ingin disampaikanNya. Terkadang kita baru memahami hikmahnya beberapa saat kemudian.

Seperti ketika DIA menyapa saya dan keluarga di hari Minggu siang lalu. Rampok bertandang ke rumah kami. Namanya juga tamu tak diundang, jadi dia datang ketika kami gak berada di rumah dan mengambil barang-barang yang ada di rumah kami, termasuk tiga gadget saya yang penuh dengan data penting, surat-surat penting, perhiasan, dan tanda jasa dari pemerintah (termasuk dari Presiden RI) milik orang tua juga ikutan dibawa kabur.

Lemes? Pasti. Shock? Iya lah. Sedih? Jangan ditanya. Hanya saja, kami banyak bersyukur bahwa Tuhan masih melindungi kami. Masih ada harta dan data yang tersisa, serta yang terpenting, keselamatan jiwa raga. Kami sudah mengikhlaskan apa yang sudah diambil. Sebab, kami yakin Dia akan memberi pengganti yang lebih sesuai bagi kami.

Ada hikmahnya juga ketika si maling yang terkutuk itu sukses membawa lari laptop, tablet, dan blackberry dari meja kamar saya, itu berarti saya juga harus merelakan seluruh memori yang ada di dalamnya, termasuk foto-foto ketika saya berkeliling dunia, nomor kontak para mantan, sampe catatan percakapan dengan sejumlah mantan (haha.. gak selebay itu kali).

Apapun itu, dengan kehilangan tiga gadget sekaligus, saya dipaksa untuk memotong memori. Mungkin ini cara DIA yang paling indah untuk mengeluarkan saya dari jebakan nostalgia. Ada untungnya juga saya yang malas mem-backup data yang tak berkaitan dengan pekerjaan. Kalo sudah begini, saya seakan terlahir kembali. Kerena tak ada lagi cara untuk mengenang masa lalu.

.

“People have an annoying habit of remembering things they shouldn’t”

(Christopher Paolini)

 
Leave a comment

Posted by on December 24, 2014 in Random Thought

 

Tags:

Mending Jadi Bekas Orang Gak Bener…

devil and angel

Do you ever wake up and think to your self that today you are different. Well, I am not the same person I was at 13. Nor the same person I was at 23. I am not even the same person I was at 33. I am today the best version of myself but still far from perfect.

Ah, ketauan juga umur saya berapa. Sudah tua. Meski secara otomatis kita menua, ternyata untuk menjadi lebih bijaksana itu memang sebuah pilihan. Bahasa kerennya: getting older is a must, getting wiser is a choice. Saya memilih untuk menjadi lebih bijaksana di sisa usia yang tak seberapa ini.

Mengapa harus memilih? Sebab, banyak juga yang umurnya udah tua, tetep aja gak bijaksana. Bahkan, ada juga kawan-kawan yang makin tua justru makin menjadi. Bandelnya telat. Kalo sudah begini, saya cuma bisa komen, “Lu dulu ngapain aja? Kenapa baru sekarang lu nglakuin hal-hal gak bener?”

Ngaku aja, I rebelled. I did what I wanted. I lived how I wanted or so I thought. I am not the perfect example of a nice lady. I destroyed it by being envious, by being jealous, by letting anger cloud my judgement. Namanya juga anak muda. Sumbunya pendek. Apalagi saat masih ababil, saya melakukan hal-hal konyol yang kalo dipikir pake otak orang dewasa (baca: sekarang), saya cuma bisa ngomong ke diri sendiri, “Ngapain juga gw dulu ngelakuin hal itu? Gak bener ini..”

Tapi, saya yakin pada satu hal, mending kita jadi bekas orang gak bener daripada jadi bekas orang bener (yang berarti sekarang jadi orang gak bener). Hidup itu soal improvement. Perjalanan menuju kesempurnaan. Memang, gak ada manusia yang sempurna. Tapi, berusaha menjadi lebih baik itu wajib hukumnya.

.

“No matter who you are, no matter what you did, no matter where you’ve come from, you can always change, become a better version of yourself.”  (Madonna)

 
Leave a comment

Posted by on December 20, 2014 in Random Thought

 

Tags: ,

Some Birds Ain’t Meant to be Cage

open cage 785x549

“Some birds are not meant to be caged, that’s all. Their feathers are too bright, their songs to sweet and wild. So you let them go, or when you open the cage to feed them they somehow fly out past you. And the part of you that knows it was wrong to imprison them in the first place rejoice, but still, the place where you live is much more drab and empty for their departure.”

(Stephen King)

 
Leave a comment

Posted by on December 12, 2014 in Random Thought

 

Tags: , , , , ,

Just Another Mission

balloons

Hampir tengah malam, ponsel saya berbunyi. Pesannya singkat, tapi cukup membuat deg-deg-an. “Doakan semuanya lancar.” Waini, kalo terima pesan semacam ini di waktu-waktu genting, kemungkinannya hanya ada dua, berita buruk atau berita baik. Tapi, biasanya, berlokasi di seputar Rumah Sakit. Berbeda kalo pesan semacam itu diterima saat pagi atau siang, opsi berita jauh lebih banyak.

Deg kedua adalah si pengirim pesan. Ia adalah salah satu orang yang pernah dekat dalam kehidupan saya di masa lalu. Is he okay? Selama sepersekian detik bayangan RS sempat berkelebat. Hope he is okay, begitu batin saya.

Setelah meneguhkan hati menekan tombol SEND (yaaa.. bayangin aja kayak si Cinta yang maju mundur mau bales pesan LINE dari Rangga itu lah), saya mendapatkan jawaban mengapa ia mendadak meminta doa khusus hampir di tengah malam. “Insya allah, istriku akan melahirkan malam ini. Ini sedang nunggu dokter.” *krik krik* *hening sejenak*

Baiklah. Tetiba dia datang kembali dalam kehidupan saya dan tetiba pula ia memberikan info bertubi-tubi mengenai update kehidupan pribadinya, dalam waktu tak lebih dari 5 menit. Termasuk informasi kalo ia telah menyematkan nama saya untuk nama anak pertamanya. Aha!

Kalo mau tau perasaan saya saat itu, ibarat naik roller coaster. But, then I smile and text him, “Semoga semua lancar.” Seperti tagline siaran berita di stasiun swasta nasional, singkat-jelas-padat. Namun, kata-kata  itu diiringi salah satu pengharapan terkhusyuk yang pernah saya lakukan. Singkat cerita, proses persalinan berjalan lancar. Alhamdulillah.

Sedari dulu saya selalu bertanya dalam hati, apa maksud Tuhan memberikan saya kesempatan terlahir di dunia ini. Pertanyaan semacam itu semakin menguat ketika saya mampu survive dari sebuah operasi besar, yang sebenarnya kesempatan terselamatkan tak sebegitu besar. Apa misi yang harus saya selesaikan di kehidupan ini?

Saya selalu meyakini bahwa DIA tidak menciptakan manusia untuk tujuan sia-sia. Pasti ada maksudnya. Untuk kasus pesan tengah malam itu, misalnya, mungkin misi saya adalah memberikan kekuatan dan ketenangan pada sahabat saya. Di saat lain, katakan untuk urusan pekerjaan, mungkin misi yang saat ini saya emban adalah mengumpulkan kembali talenta-talenta terbaik yang sempat terbuang dan terpuruk di pekerjaan sebelumnya, serta memberikan penghidupan lebih baik bagi mereka.

Tuhan mempertemukan kita dengan orang-orang dan segala masalah untuk suatu tujuan. Entah itu misi kita untuk belajar atau mengajarkan sesuatu. Entah prosesnya sesaat atau selamanya. Entah kita menjadi bagian terpenting atau hanya sekadarnya. Entah yang kita rasakan saat itu cuma bikin sedih atau gembira. Apapun itu, kita harus tetap menjalani misi hidup ini. Melakukannya dengan tulus. Karena tak ada yang sia-sia di dunia ini. Jalani saja. Sebaik-baiknya.

“Your purpose in life is to find your purpose and give your whole heart and soul to it.”

(Gautama Buddha)

 
2 Comments

Posted by on November 26, 2014 in Random Thought

 

Tags: ,

Dari Balik Jendela Aku Melihatmu…

IMG_25486288339746

I went to the place where we agreed to meet, and began to wait. You.

 
Leave a comment

Posted by on November 13, 2014 in Random Thought

 

Tags: , , , ,