RSS

Monthly Archives: November 2014

Barisan Para Mantan

Sebenernya saya nggak mau ngomongin masa lalu. Tapi, dengan adanya kejadian “pesan tengah malam” dua hari lalu dan ada sahabat yang bener-bener gagal move on (sebegitu dahsyatnya kejadian masa lalunya sampai luka hatinya menganga dan memutuskan jadi jomblo seumur hidup), saya jadi kepikiran buat nulis soal masa lalu dan hubungannya dengan salah satu aspek kecerdasan manusia.

Bicara soal mantan, semua orang pasti punya kisah masa lalu. Entah yang diproklamirkan secara serius atau tidak. Entah dengan tetangga atau dengan mereka yang hidup di seberang lautan. Entah hubungan singkat atau bertahun-tahun sampe bingung gimana cara mutusinnya. Entah yang bertepuk sebelah tangan atau yang ditinggal tanpa alasan. Entah yang menimbulkan cedera ringan atau cedera serius. Melalui blog ini, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Barisan Para Mantan karena telah membuat saya menjadi saya yang saat ini. Etapi, gak yakin juga ada mantan yang baca blog ini ding.

Sebelum masuk lebih dalam ke bahasan “Korelasi Derita Cinta dan Aspek Kecerdasan Manusia”, saya telah meng-embed video berjudul “Terlatih Patah Hati” milik grup musik asal Yogyakarta, The Rain (featuring Endank Soekamti). Kendati membicarakan hal pedih, mereka justru menyodorkannya dalam lagu bernada riang gembira. Jadi, bila Anda sedang merasa mellow-mellow galau akibat patah hati, saran saya, simak lagu itu sebaik mungkin.

Ada satu bentuk kecerdasan mental yang ditawarkan si penulis lagu, yakni Adversity Quotient (AQ). Menurut Paul G. Stoltz, AQ adalah kecerdasan menghadapi kesulitan dan hambatan. AQ juga menunjukkan kemampuan bertahan dalam berbagai kesulitan hidup dan tantangan yang dialami.

Setiap orang harus memiliki AQ yang tinggi, setidaknya setara dengan tingginya IQ yang dimiliki. Buat apa pinter sangat, tapi begitu patah hati langsung memutus seluruh hubungan komunikasi dan ngabur ke Hongkong, misalnya. Hello.. bukan cuma saya atau Anda seorang yang pernah mengalami kondisi hati cedera serius.

Kalau Anda manggut-manggut dan nyengir sendiri pas nonton video (atau dengerin lagu) itu, sebenernya bisa jadi salah satu bukti juga. bahwa banyak orang yang pernah mengalami hal yang tidak mengenakkan. Bertepuk sebelah tangan, sudah biasa. Ditinggal tanpa alasan, juga sudah biasa. Ketidakberuntungan beruntun itu justru akan membuat kita terlatih dan terus bernyanyi, alias bisa menikmati dan melanjutkan hidup.

Yakini saja, barisan para mantan dan semua yang pergi tanpa pernah kita miliki ini terkadang juga menyimpan rindu kepada kita. Cuma, gak semua orang mau mengakuinya. Yaa.. seperti Rangga dan Cinta itu lah. Masing-masing punya ego setinggi Menara Eiffel tumpuk tujuh..

.

Terlatih Patah Hati

Aku sudah mulai lupa
Saat pertama rasakan lara
Oleh harapan yang pupus
Hingga hati cedera serius

Terima kasih kalian
Barisan para mantan
Dan semua yang pergi
Tanpa sempat aku miliki
Tak satupun yang aku sesali
Hanya membuatku semakin terlatih

Begini rasanya terlatih patah hati
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)
Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi

Lama tak ku dengar tentangnya
Yang paling dalam tancapkan luka
Satu hal yang aku tahu
Terkadang dia juga rindu

Terima kasih kalian
Barisan para mantan
Dan semua yang pergi
Tanpa sempat aku miliki

Tak satupun yang aku sesali
Hanya membuatku semakin terlatih

Begini rasanya terlatih patah hati
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)
Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi

Begini rasanya terlatih patah hati
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)
Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi

 
Leave a comment

Posted by on November 28, 2014 in Musiclicious

 

Tags: , , , , ,

Just Another Mission

balloons

Hampir tengah malam, ponsel saya berbunyi. Pesannya singkat, tapi cukup membuat deg-deg-an. “Doakan semuanya lancar.” Waini, kalo terima pesan semacam ini di waktu-waktu genting, kemungkinannya hanya ada dua, berita buruk atau berita baik. Tapi, biasanya, berlokasi di seputar Rumah Sakit. Berbeda kalo pesan semacam itu diterima saat pagi atau siang, opsi berita jauh lebih banyak.

Deg kedua adalah si pengirim pesan. Ia adalah salah satu orang yang pernah dekat dalam kehidupan saya di masa lalu. Is he okay? Selama sepersekian detik bayangan RS sempat berkelebat. Hope he is okay, begitu batin saya.

Setelah meneguhkan hati menekan tombol SEND (yaaa.. bayangin aja kayak si Cinta yang maju mundur mau bales pesan LINE dari Rangga itu lah), saya mendapatkan jawaban mengapa ia mendadak meminta doa khusus hampir di tengah malam. “Insya allah, istriku akan melahirkan malam ini. Ini sedang nunggu dokter.” *krik krik* *hening sejenak*

Baiklah. Tetiba dia datang kembali dalam kehidupan saya dan tetiba pula ia memberikan info bertubi-tubi mengenai update kehidupan pribadinya, dalam waktu tak lebih dari 5 menit. Termasuk informasi kalo ia telah menyematkan nama saya untuk nama anak pertamanya. Aha!

Kalo mau tau perasaan saya saat itu, ibarat naik roller coaster. But, then I smile and text him, “Semoga semua lancar.” Seperti tagline siaran berita di stasiun swasta nasional, singkat-jelas-padat. Namun, kata-kata¬† itu diiringi salah satu pengharapan terkhusyuk yang pernah saya lakukan. Singkat cerita, proses persalinan berjalan lancar. Alhamdulillah.

Sedari dulu saya selalu bertanya dalam hati, apa maksud Tuhan memberikan saya kesempatan terlahir di dunia ini. Pertanyaan semacam itu semakin menguat ketika saya mampu survive dari sebuah operasi besar, yang sebenarnya kesempatan terselamatkan tak sebegitu besar. Apa misi yang harus saya selesaikan di kehidupan ini?

Saya selalu meyakini bahwa DIA tidak menciptakan manusia untuk tujuan sia-sia. Pasti ada maksudnya. Untuk kasus pesan tengah malam itu, misalnya, mungkin misi saya adalah memberikan kekuatan dan ketenangan pada sahabat saya. Di saat lain, katakan untuk urusan pekerjaan, mungkin misi yang saat ini saya emban adalah mengumpulkan kembali talenta-talenta terbaik yang sempat terbuang dan terpuruk di pekerjaan sebelumnya, serta memberikan penghidupan lebih baik bagi mereka.

Tuhan mempertemukan kita dengan orang-orang dan segala masalah untuk suatu tujuan. Entah itu misi kita untuk belajar atau mengajarkan sesuatu. Entah prosesnya sesaat atau selamanya. Entah kita menjadi bagian terpenting atau hanya sekadarnya. Entah yang kita rasakan saat itu cuma bikin sedih atau gembira. Apapun itu, kita harus tetap menjalani misi hidup ini. Melakukannya dengan tulus. Karena tak ada yang sia-sia di dunia ini. Jalani saja. Sebaik-baiknya.

“Your purpose in life is to find your purpose and give your whole heart and soul to it.”

(Gautama Buddha)

 
2 Comments

Posted by on November 26, 2014 in Random Thought

 

Tags: ,

Rabb

bimasakti

Tuhan itu Rabb al Alamin, Tuhan alam Semesta. Tuhan bagi apa pun dan siapa pun. Bukan Tuhan satu golongan. Tidak perlu rebutan. (Candra Malik)

 
Leave a comment

Posted by on November 17, 2014 in Random Thought

 

Tags: , , ,

Dari Balik Jendela Aku Melihatmu…

IMG_25486288339746

I went to the place where we agreed to meet, and began to wait. You.

 
Leave a comment

Posted by on November 13, 2014 in Random Thought

 

Tags: , , , ,

Kisah Dari Selatan Jakarta

Ijinkan hamba menutur sebuah cerita
Yang terpenggal di selatan Jakarta
Bukan gegap gempita, serta baik buruk sarana
Tiada angan hampa penuh peluh ataupun nestapa

Ini kisah yang tak akan mungkin terlupa
Tanpa nuansa asmara dan cinta
Tak perlu ada rahasia, dusta bahkan tipu daya
Semua terasa hambar nampaknya

(jika gundah yang tuan rasa)
Jika gundah tuan rasa
Gulana harap sebuah makna
Ancam hamba ‘kan disiksa, tak mengapa
(pun hamba tak kuasa menutur paksa makna cerita Hamba tak ingin ada kecewa)

Hapus air mata, titisan duka lara
Jua hamba tak memelas dipuja

Derita dan buruk sangka, suka cita penuh tawa
Entah apapun hendak dikata
(jika gundah yang tuan rasa)
Jika gundah tuan rasa
Gulana harap sebuah makna
Ancam hamba ‘kan disiksa tak mengapa

(jika ada yang bertanya, oh ini kisah tentang apa)
Maafkanlah hamba oh sungguhpun hamba tak kuasa
(baiknya duduk manis saja, simak hamba bercerita)
Dan tak perlu tuan tanya
Hamba tak akan pernah mampu untuk menjawabnya.

(White Shoes & The Couples Company)
 
4 Comments

Posted by on November 1, 2014 in Musiclicious

 

Tags: , , ,